Peristiwa

Dampak Cuaca Ekstrem di Sumbar, 9 Meninggal dan Ribuan Warga Terdampak

81
×

Dampak Cuaca Ekstrem di Sumbar, 9 Meninggal dan Ribuan Warga Terdampak

Sebarkan artikel ini
Kerusakan akibat banjir yang membawa material pohon dan lumpur di pemukiman Komplek Lumin Park di wilayah Lubuk Minturun, Koto Tengah, Kota Padan, Sumatra Barat, pada Kamis (27/11).

PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat merilis perkembangan terbaru dampak cuaca ekstrem yang memicu banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang di sejumlah daerah. Ada 13 kabupaten dan kota yang mengalami dampak parah.

Total korban meninggal tercatat sembilan orang, dua orang hilang dan empat orang luka-luka. Sementara total kerugian sementara mencapai Rp6.533.800.000. Data tersebut terhitung pukul 18.16 WIB.

Juru Bicara BPBD Sumbar Ilham Wahab menyampaikan cuaca ekstrem memicu gangguan serius di berbagai kabupaten dan kota. Ada 13 kabupaten dan kota yang mengalami dampak parah. Ia menegaskan seluruh daerah terus melakukan penanganan darurat di lapangan.

“BPBD terus memaksimalkan penanganan di seluruh daerah terdampak. Kami meminta masyarakat tetap waspada,” ujar Ilham Wahab, Kamis (27/11).

Di Kota Padang, tujuh kecamatan dan 17 kelurahan terdampak. Sebanyak 14 titik pohon tumbang, satu titik banjir dan dua titik longsor mengganggu akses jalan serta merendam rumah warga. Satu titik tanah amblas juga tercatat.

Di Kabupaten Padang Pariaman, wilayah Lubuk Sikarah dan Tanjung Harapan terdampak banjir dan longsor dengan total enam KK atau 18 jiwa.

Baca Juga:  Kenang Tragedi Wamena, Warga Lubuk Sikarah Menangis di Depan Nasrul Abit

Kabupaten Lima Puluh Kota mengalami kerusakan paling luas. Sebanyak 17 kecamatan dan 42 nagari terdampak. Total 3.480 KK atau 10.446 jiwa mengungsi. Sebanyak 16 rumah rusak, 3.440 rumah terendam, 341 hektare sawah terendam, serta 106 hektare ladang ikut terdampak. Empat jembatan rusak, lima fasilitas pendidikan rusak dan delapan irigasi jebol.

Di Kota Pariaman, banjir merusak sejumlah rumah di Lukah, Kampai Tabu Karambia dan Koto Panjang. Kecamatan Pariaman Tengah, Pariaman Timur dan Pariaman Selatan terdampak. Satu fasilitas pendidikan dan satu fasilitas ibadah rusak.

Kabupaten Agam mencatat 157 KK atau 654 jiwa terdampak. Delapan kecamatan dan 13 nagari terimbas. Sebanyak 62 rumah terendam, 229 meter jalan rusak, lima hektare sawah tertimbun serta akses air bersih Pansimas terputus. Tiga orang meninggal. Dua fasilitas pendidikan rusak.

Kota Bukittinggi mencatat dua kecamatan terdampak, yakni Guguk Panjang dan Mandiangin Koto Selayan. Sebanyak 11 KK atau 68 jiwa terancam.

Di Kabupaten Pasaman Barat, satu orang meninggal dan 724 KK atau 1.316 jiwa terdampak. Sebanyak 541 rumah terendam dan 0,5 hektare kebun rusak. Kerugian sementara mencapai Rp363 juta. Sebanyak 22 KK atau 70 jiwa mengungsi. Total 122 hektare lahan terdampak.

Baca Juga:  Ririn Putri Arta Wakili Sumbar Dalan Ajang Duta Genre Tingkat Nasional

Di Kabupaten Pesisir Selatan, banjir merendam 4.935 rumah. Sebanyak 4.780 KK atau 23.900 jiwa terdampak. Kerugian sementara mencapai Rp357,58 miliar.

Kabupaten Solok mencatat longsor dan banjir di Kecamatan Gunung Talang. Sebanyak 14 jiwa mengungsi dan 55 rumah terendam.

Kota Solok melaporkan enam KK atau 18 jiwa terdampak di Kecamatan Lubuk Sikarah dan Tanjung Harapan, dengan sejumlah rumah rusak di Lukah dan Koto Panjang.

Di Kota Padang Panjang, tanah longsor menyebabkan material menutup saluran irigasi.

Kabupaten Tanah Datar mencatat tiga kecamatan terdampak. Sebanyak 18 KK atau 56 jiwa terdampak. Dua rumah rusak, satu jembatan putus dan empat irigasi rusak.

Di Kabupaten Pasaman, cuaca ekstrem berdampak pada lima kecamatan dan tujuh nagari dengan tiga rumah rusak.

Ilham Wahab menegaskan seluruh daerah masih melakukan pendataan lanjutan. “Kami terus melakukan assessment dan penanganan darurat di seluruh wilayah,” tutupnya. (Bdr)