Peristiwa

Sebanyak 27.138 Jiwa Terdampak Banjir , 80 Unit Rumah Rusak dan 60 Meter Jalan Putus 

117
×

Sebanyak 27.138 Jiwa Terdampak Banjir , 80 Unit Rumah Rusak dan 60 Meter Jalan Putus 

Sebarkan artikel ini

Wako Fadly Amran: Waspadai Banjir Bandang, Keselamatan Warga jadi Prioritas 

PADANG – Curah hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang sejak Senin, 24 November 2025, hingga saat ini menyebabkan sejumlah bencana alam di berbagai wilayah. Berdasarkan data hasil kaji cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang, mencatat terjadi pohon tumbang  13 lokasi, tanah longsor  6 lokasi, banjir 18 lokasi, serta banjir bandang di 1 lokasi yang tersebar pada 11 kecamatan.

BPBD Kota Padang merinci bahwa bencana yang terjadi menimbulkan kerusakan pada berbagai sektor, Rumah rusak berat sebanyak 2 unit,rumah rusak sedang 61 unit,
rumah rusak ringan 17 Unit sehingga totalnya 80 unit. Dan, -1 unit mushalla mengalami kerusakan berat. 2 petak sawah rusak berat akibat terendam dan terbawa arus.
Kemudian, jalan putus sepanjang 60 meter yang berdampak pada akses transportasi warga. Kerusakan 8 intake PDAM, sehingga berdampak pada layanan air bersih.
Sebanyak 100.000 pelanggan PDAM tidak mendapat suplai air bersih akibat tersumbatnya seluruh intake PDAM. Lalu,
total masyarakat terdampak mencapai 27.138 jiwa atau 10.811 KK.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pemko Padang menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana. Penetapan ini sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PP RI) Nomor 21/ 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.

Status tanggap darurat berlaku selama 14 hari, mulai 25 November hingga 8 Desember 2025, untuk memastikan seluruh proses evakuasi, penanganan darurat, serta pemulihan akses masyarakat dapat berjalan cepat dan terkoordinasi.

*Banjir Tak Biasa, Semua Harus Waspada 

Wali Kota Padang, Fadly Amran, memberikan pernyataan khusus terkait banjir bandang yang terjadi di salah satu wilayah Kota Padang. Ia menegaskan bahwa peristiwa ini merupakan fenomena yang harus diwaspadai karena membawa material lumpur, kayu, dan batu dengan arus deras yang mengancam keselamatan warga.

“Banjir bandang ini bukan kejadian biasa. Intensitas hujan ekstrem membuat debit air meningkat sangat cepat. Prioritas kita adalah keselamatan masyarakat, dan seluruh tim sudah kami gerakkan ke lapangan,” ujar Fadly Amran saat memantau langsung proses evakuasi.

Baca Juga:  Pemko Bersama DPRD Bukittinggi Tandatangani Nota Kesepakatan Bersama Perubahan APBD Tahun 2025

Walikota meminta warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di sekitar bantaran sungai, lereng perbukitan, dan daerah rawan longsor.

“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika melihat tanda-tanda bahaya, seperti retakan tanah atau peningkatan tinggi muka air sungai. Pemerintah Kota Padang bersama BPBD dan seluruh unsur terkait terus bekerja maksimal sampai situasi kembali aman,” tambahnya.

Hingga kini, tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Damkar, Satpol PP, organisasi relawan, dan masyarakat setempat terus melakukan evakuasi, pembersihan material longsor, perbaikan akses jalan, serta penanganan kebutuhan dasar warga terdampak.

Pemko Padang memastikan penyaluran logistik, layanan kesehatan, dapur umum, dan kebutuhan mendesak lainnya berjalan dengan lancar selama masa tanggap darurat.(*/drd)