Sumatera Barat

Panen Perdana, Program Replanting Sawit di Sumbar Berhasil

252
×

Panen Perdana, Program Replanting Sawit di Sumbar Berhasil

Sebarkan artikel ini
Gubernur Mahyeldi Panen perdana berlangsung di lahan plasma Koperasi Perkebunan Sawit Tompek Tapian Kandis, Kabupaten Agam, Kamis (13/11/2025).

PADANG — Program peremajaan sawit rakyat di Sumatera Barat mulai menunjukkan hasil setelah empat tahun berjalan. Kebun sawit hasil replanting mulai panen perdana.

Panen perdana berlangsung di lahan plasma Koperasi Perkebunan Sawit Tompek Tapian Kandis, Kabupaten Agam, Kamis (13/11/2025).

Gubernur Sumbar Mahyeldi hadir pada kegiatan tersebut. Ia memberi apresiasi kepada petani, pengurus koperasi, anggota koperasi dan seluruh pihak yang menjalankan program secara konsisten.

“Program replanting di Sumatera Barat berjalan sejak 2018. Tujuannya meningkatkan produktivitas perkebunan sawit rakyat dengan dukungan pendanaan dari BPDPKS,” ujar Mahyeldi.

Ia menyampaikan program replanting telah memfasilitasi peremajaan sawit rakyat seluas 14.919 hektare. Program dibiayai hibah BPDPKS di bawah Kementerian Keuangan.

Baca Juga:  Konsultasi Tata Cara Pelaksanaan Sidang, BK DPRD Sumut Kunker ke DPRD Sumbar

“Dukungan pendanaan terus naik. Tahun 2018–2021 sebesar Rp25 juta per hektare, naik menjadi Rp30 juta pada 2022–2024, dan tahun 2025 menjadi Rp60 juta per hektare,” kata Mahyeldi.

Dana BPDPKS untuk replanting sawit di Sumbar sejak 2018 mencapai sekitar Rp463 miliar.

KPS Tompek Tapian Kandis menerima bantuan dalam dua tahap. Tahun 2020 seluas 143,75 hektare dan tahun 2022 seluas 145,30 hektare. Total bantuan sekitar Rp7,95 miliar.

“Capaian di Agam bisa menjadi contoh bahwa manajemen baik dan pendampingan berkelanjutan mampu menjaga bahkan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” tambah Mahyeldi.

Data Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan Sumbar menunjukkan target replanting sawit rakyat tahun 2025 mencapai 5.400 hektare. Target tersebar di Dharmasraya, Sijunjung, Solok Selatan, Pesisir Selatan, Agam, Pasaman dan Pasaman Barat.

Baca Juga:  Segera Dibangun Akhir Tahun ini, Benny Utama Kawal Proyek Jalan Rumbai-Muaro Tais

Bupati Agam Benni Warlis menilai panen perdana ini sebagai bukti nyata sinergi pemerintah, perusahaan dan petani.

“Inilah bukti bahwa kolaborasi menghasilkan perubahan. Program ini tidak hanya soal peningkatan produksi, tapi juga keberlanjutan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Manager PT AMP Plantation Low Kim Seng memberi dukungan terhadap program tersebut.

“Kami siap mendukung program replanting di area perusahaan maupun lahan plasma masyarakat,” ucapnya. (Bdr)