PADANG — Pelayanan air bersih Perumda Air Minum (AM) Kota Padang kembali mengalami gangguan setelah hujan lebat mengguyur wilayah Kota Padang sejak Rabu siang (17/6/2026) hingga malam. Tingginya debit air sungai menyebabkan proses pengolahan air tidak dapat berjalan optimal demi menjaga keamanan operasional instalasi.
Akibat kondisi tersebut, distribusi air kepada pelanggan di Area Pelayanan Kuranji terganggu dalam beberapa jam ke depan hingga kondisi sumber air kembali normal dan proses pengolahan dapat beroperasi seperti biasa.
Humas Perumda AM Kota Padang, Adhie Zein, menjelaskan peningkatan debit air sungai terjadi secara cepat setelah hujan deras berlangsung sepanjang siang hingga malam.
Menurutnya, kondisi itu berdampak langsung terhadap operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) Guo. Bendungan intake dilaporkan hanyut akibat derasnya arus sungai sehingga instalasi tidak dapat beroperasi.
“Kami mengimbau pelanggan untuk menggunakan air secara bijak dan memanfaatkan cadangan air yang telah ditampung. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujarnya.
Adhie merinci sejumlah kawasan yang terdampak gangguan layanan, yakni Kompleks Belimbing, Bukit Belimbing Indah, Taruko I dan II, sebagian Kalumbuk, sebagian Balaibaru, Wahana VI, Buana Indah III, Rimbo Tarok, serta Tarok Indah I dan II.
Saat ini petugas Perumda AM Kota Padang terus melakukan upaya perbaikan di lapangan guna memulihkan kembali operasional intake yang rusak akibat banjir.
Petugas juga berupaya mempercepat normalisasi sistem agar distribusi air kepada pelanggan dapat kembali berjalan seperti biasa setelah kondisi sungai membaik.
“Saat ini petugas di lapangan sedang berjibaku melakukan perbaikan. Kami mengimbau pelanggan setia untuk bersabar dan selalu menyetok air untuk cadangan,” katanya. (Bdr)







