EkonomiSumatera Barat

Stok Cabai Sumbar Krisis, Pemerintah Datangkan Pasokan dari Jawa

390
×

Stok Cabai Sumbar Krisis, Pemerintah Datangkan Pasokan dari Jawa

Sebarkan artikel ini
FOTO: Gubernur Mahyeldi saat menerima FDP (Fasilitasi Distribusi Pangan) di Istana Gubernur Sumbar. Ist

PADANG – Harga cabai merah keriting di Sumatera Barat per September 2025 terus meroket. Pada minggu pertama, harga masih Rp59 ribu per kilogram. Hingga minggu ketiga, harga mencapai Rp90 ribu per kilogram.

Kenaikan ini dipicu penurunan produksi cabai lokal. Pasokan dari Aceh, Medan, dan Jawa juga berkurang. Daerah-daerah itu biasanya mengisi pasar tradisional di Sumbar.

Lonjakan harga cabai berpengaruh pada kesejahteraan produsen dan konsumen. Saat harga di tingkat petani tinggi, konsumen yang tertekan. Sebaliknya, saat harga jatuh, petani merugi.

Gubernur Mahyeldi menyebut, petani harus mendapat harga layak. Pendapatan mereka harus meningkat agar kesejahteraan tercapai. Mengabaikan hak petani sama dengan membiarkan mereka tanpa kepastian hidup.

Baca Juga:  Gubernur Mahyeldi Dorong Budaya Menabung di Puncak Gebyar Hadiah Bank Nagari

“Namun, membiarkan harga cabai di pasar terlalu tinggi juga tidak adil. Masyarakat akan kehilangan daya beli. Kondisi ini membuat keseimbangan antara kepentingan petani dan konsumen menjadi hal penting,”katanya, Minggu (28/9).

Pemerintah Provinsi Sumbar melalui Dinas Pangan mengambil langkah cepat. Kerja sama dilakukan bersama Bank Indonesia Perwakilan Sumbar, Bulog, dan Badan Musyawarah Perbankan Daerah.

Fasilitasi distribusi pangan dijalankan dengan mendatangkan pasokan cabai dari Jawa Tengah. Sebanyak 700 kilogram cabai merah keriting dikirim dari Magelang ke Sumbar.

Fasilitasi distribusi pangan berfungsi menjaga ketersediaan pangan di daerah defisit. Pasokan dari wilayah surplus dipindahkan agar harga stabil. Langkah ini juga mencegah gangguan akses pangan di Sumbar.

Baca Juga:  Produksi Padi Terbesar, Audy: Tanah Datar Tulang Punggung Ketahanan Pangan Sumbar

Pengiriman cabai dari Magelang menjadi tindak lanjut kerja sama antar daerah antara Sumbar dengan Jawa Tengah. Skema ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada pasokan lokal.

Mahyeldi mengucapkan terima kasih atas dukungan Bank Indonesia, Bulog, dan BMPD. Menurutnya, perhatian semua pihak memperkuat langkah pemerintah menjaga harga.

Ia optimis, kolaborasi dan sinergi mampu mewujudkan ketahanan pangan di Sumbar. Stabilitas harga cabai menjadi bagian dari pengendalian inflasi daerah.

“Dengan kerja sama ini, cabai dari Magelang akan disalurkan lewat operasi pasar. Masyarakat bisa membeli cabai dengan harga terjangkau meski harga sedang melonjak,” kata Mahyeldi. (Bdr)