OlahragaSumatera Barat

Olahraga Sumbar Hadapi Kendala Serius, Vasko Ruseimy Ajak Cari Solusi

266
×

Olahraga Sumbar Hadapi Kendala Serius, Vasko Ruseimy Ajak Cari Solusi

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy membuka Seminar Nasional Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2025, Selasa (9/9/2025).Ist

PADANG – Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy membuka Seminar Nasional Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2025, Selasa (9/9/2025). Seminar menghadirkan akademisi, praktisi olahraga, dan legenda sepak bola.

Hadir dalam kegiatan itu Rektor UNP Krismadinata, jajaran wakil rektor, dekan UNP, serta Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan Nurul Ihsan. Turut menjadi pemateri Hanif Marjuni dari LIB PSSI dan Masykur Rauf legenda Semen Padang FC. Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar juga ikut mendampingi.

Dalam sambutan, Vasko menyampaikan selamat memperingati Haornas 2025. Ia menekankan Asta Cita ke-4 Presiden dan Wakil Presiden tentang pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, potensi gunung, laut, dan daratan Sumbar mampu menunjang aktivitas olahraga masyarakat. “Potensi ini perlu terus dimanfaatkan untuk meningkatkan partisipasi olahraga,” kata Vasko Ruseimy.

Baca Juga:  Risky dan Roni Mengaku Puas dengan Meraih Juara Platinum Rally Fest 2025

Struktur keolahragaan Sumbar terbagi dua bidang. Pertama, pembudayaan olahraga meliputi pendidikan, rekreasi, dan layanan khusus. Kedua, peningkatan prestasi olahraga yang mencakup pembibitan, iptek, prestasi, serta tenaga keolahragaan.

Jumlah olahragawan aktif di Sumbar mencapai 8.477 atlet pada 2024. Paralympian tercatat 117 orang, sedangkan pelatih 2.001 orang dari total penduduk 5,6 juta jiwa. Potensi pembinaan tersebar di puluhan cabang, mulai karate, bulutangkis, silat, sepak bola, atletik, hingga muaythai.

Cabang paralympic juga berkembang, di antaranya atletik, renang, catur, bola voli duduk, judo, panahan, hingga sepak bola CP. Organisasi olahraga yang terlibat dalam pembinaan terdiri dari KONI, NPC, dan KORMI.

Pada PON 2024, Sumbar meraih 5 emas, 14 perak, dan 30 perunggu. Total 49 medali menempatkan Sumbar di peringkat 27 nasional.

Baca Juga:  18 Atlet Gulat Sumbar Dilepas Berburu Tiket PON ke Jakarta 

Pembinaan olahraga disabilitas dilakukan berjenjang mulai tingkat sekolah, kabupaten/kota, provinsi, nasional, Asia, hingga dunia. Atlet Sumbar tercatat pernah berkompetisi di Paralympic Games 2020 di Jepang dan Special Olympics World Games 2019 di Abu Dhabi.

Kendala besar masih membayangi pembinaan olahraga. Mulai kurangnya pembudayaan sejak usia dini, minimnya fasilitas terbuka, keterbatasan tenaga keolahragaan, hingga kesalahan metode latihan. Bagi atlet disabilitas, sarana pendukung juga masih terbatas.

Teknologi olahraga juga belum berkembang optimal. Belum ada sistem pengukuran kondisi fisik, akurasi gerak, serta identifikasi dini atlet berbakat.

Harapan ke depan, Sumbar menargetkan pembangunan infrastruktur keolahragaan, pelaksanaan coaching clinic, pembinaan cabang unggulan, alat ukur modern, peningkatan prestasi, kepastian anggaran, serta kepastian hukum. (Bdr)