PADANG-Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Open Turnament GulatWalikota Padang Cup VII tahun 2025, ditabuh Walikota Padang yang diwakili Sekdako Andree Algamar di GOR UNP, Jumat (29/8/2025).
Kejurnas ini melibatkan sebanyak 256 pegulat dari provinsi luar Sumbar dan kabupaten dan kota se Sumbar.
Hadir pula Kadispora Sumbar, Ketua KONI Sumbar, Ketua KONI Padang, serta pengurus PGSI Sumbar dan kabupaten dan kota.
“Kejurnas ini untuk memberikan peluang, kesempatan dan pengalaman bertanding bagi peserta yang berbakat dan potensial,” ujar Ketua Pengcab PGSI Padang Erizal Syaf, kemarin.
Dikatakan Eri, Kejurnas ini guna menjaring atlet potensial dan menambah jam terbang bertanding peserta. Serta memantau perkembangan atlet sebagai bagian dari proses pembibitan jangka panjang.
Kegiatan ini juga merupakan bukti terjalinnya kekompakan dan sinergitas antara Pengprov dan Pengcab PGSI dalam menyongsong kebangkitan olahraga gulat di Indonesia .
Kadispora Padang, Afriadi menjelaskan, kejuaraan ini berlangsung selama empat hari, mulai Kamis hingga Minggu (28-31/8). Sebanyak 256 atlet dari 12 provinsi ambil bagian, terdiri dari 165 atlet putra dan 91 atlet putri.
Mereka di antaranya berasal dari Jawa Timur, Banten, Lampung, Jambi, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat, dan provinsi lainnya.
Kegiatan ini digelar oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Padang bekerja sama dengan Pengcab PGSI Kota Padang.
“Kejurnas ini digelar sebagai sarana bagi atlet muda untuk menambah jam terbang, memberikan kesempatan bertanding kepada mereka untuk mencari pengalaman baru. Selain itu juga wadah menjaring potensi atlet sekaligus memantau perkembangan prestasi gulat di tingkat regional dan nasional,” katanya.
Dikatakan, Selain itu untuk mempererat persaudaraan antar atlet , mendorong partisipasi pendidikan dalam olahraga.
Sekda Kota Padang Andree Algamar menyampaikan, apresiasi atas antusiasme peserta. Ia menilai turnamen kali ini sebagai yang paling meriah, mengingat diikuti oleh atlet dari 12 provinsi.
“Berikan yang terbaik, tunjukkan hasil latihan selama ini. Junjung tinggi semangat sportivitas dan fair play. Kepada wasit dan juri, berikan penilaian sesuai hati nurani agar tidak mencederai semangat pertandingan. Mental atlet harus dijaga karena mereka adalah aset bangsa,” ujar Andree.
Dikatakan, dari 7 kali Kejurnas ini dilaksanakan, namun yang ke 7 ini yang meriah. Beritahukan kepada pengurus PGSI pirovensi di luar Sumbar, bahwa Kota Padang konsisten melakukan pembinaan atlet gulat yang berprestasi.
Selain itu, ia juga mengajak para atlet dan ofisial untuk memanfaatkan momen berada di Kota Padang dengan menikmati keindahan alam, wisata, dan kuliner khas daerah.
Pada kesempatan itu, panitia turut memberikan penghargaan kepada mantan atlet gulat Sumbar, Delfita, atas prestasi dan dedikasinya terhadap dunia gulat Sumbar. Penghargaan diserahkan langsung Ketua Pengprov PGSI Sumbar Andree H. Algamar.
Delfita dikenal sebagai salah satu atlet gulat berprestasi, yang berhasil meraih medali perak di kelas 62 kilogram gaya bebas putri pada PON XX Papua 2021, meski saat itu ia tengah berjuang dalam kondisi cedera.
Dengan kehadiran ratusan atlet dari berbagai daerah, Kejuaraan Nasional Gulat Piala Wali Kota Padang VII diharapkan mampu menjadi ajang bergengsi yang tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga mempererat silaturahmi antar-daerah melalui olahraga. (drd)







