PADANG – PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional II Sumatera Barat melayani 1.023.584 penumpang selama Semester I 2025. Jumlah tersebut naik 13,12 persen dibanding periode yang sama pada 2024, sebanyak 904.821 penumpang.
Peningkatan ini terjadi akibat bertambahnya frekuensi perjalanan, kapasitas tempat duduk, dan minat masyarakat terhadap moda kereta api.
“Pertumbuhan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api terus meningkat. Masyarakat kini semakin sadar bahwa kereta api merupakan solusi transportasi publik yang efisien dan ramah lingkungan,” kata Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, Rabu (16/7/2025).
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan serta menegaskan komitmen KAI dalam meningkatkan pelayanan, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan.
Stasiun Padang mencatat jumlah keberangkatan tertinggi sebanyak 271.668 penumpang. Disusul Stasiun Pariaman 212.297 penumpang, Stasiun Air Tawar 95.010 penumpang, Stasiun BIM 60.402 penumpang, dan Stasiun Naras 60.235 penumpang.
Untuk kedatangan, Stasiun Padang juga mencatat volume tertinggi dengan 285.560 penumpang. Diikuti Stasiun Pariaman 219.675 penumpang, Stasiun Air Tawar 83.905 penumpang, Stasiun Naras 66.131 penumpang, dan Stasiun BIM 57.941 penumpang.
KAI Divre II mencatat tingkat ketepatan waktu kedatangan Semester I 2025 sebesar 99,62 persen, naik dari 99,34 persen pada tahun lalu. Ketepatan waktu keberangkatan juga tetap terjaga di angka 99,84 persen.
“Kinerja ini didukung oleh peningkatan mutu operasional secara menyeluruh, termasuk perawatan sarana dan prasarana. Ketepatan waktu menjadi keunggulan utama transportasi kereta api yang bebas hambatan lalu lintas,” ujar Reza Shahab.
KAI mengimbau calon penumpang merencanakan perjalanan melalui aplikasi Access by KAI. Pemesanan tiket dapat dilakukan mulai H-7 keberangkatan.
KAI tetap menyediakan layanan loket go-show di stasiun. Penjualan dibuka tiga jam sebelum keberangkatan jika tiket masih tersedia.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan di seluruh aspek, baik di stasiun maupun di atas kereta. Keselamatan, kenyamanan, dan ketepatan waktu akan selalu menjadi prioritas kami demi mewujudkan transportasi massal yang aman, nyaman, dan berkelanjutan,” ujar Reza Shahab.







