BudayaSumatera Barat

Vasko Ruseimy Tegaskan Komitmen Hidupkan Silek Minangkabau

397
×

Vasko Ruseimy Tegaskan Komitmen Hidupkan Silek Minangkabau

Sebarkan artikel ini
Wagub Sumbar Vasko Ruseimy

PADANG – Vasko Ruseimy menegaskan komitmen menjaga dan mengembangkan silek Minangkabau sebagai warisan budaya yang bernilai filosofi hidup. Ia menyebut silek bukan sekadar bela diri, tapi mencerminkan identitas dan martabat masyarakat Minang.

“Silek bukan hanya soal jurus dan tanding. Di dalamnya ada nilai, ada adat, ada akhlak. Ini warisan kultural yang harus kita rawat dan kembangkan—bukan hanya dipelajari, tapi juga dihidupi,” kata Vasko, Minggu (29/06/2025).

Vasko menyebut silek lahir di surau, tumbuh dalam nagari, dan hidup di tengah masyarakat. Setiap gerakan mengandung pelajaran kesabaran, penghormatan pada guru, prinsip hidup, serta disiplin dalam membentuk karakter generasi.

Sejak awal menjabat Wakil Gubernur, Vasko menginisiasi kebijakan ekstrakurikuler Silek Tradisi Minang di seluruh SMA/SMK sederajat. Program ini memperkuat identitas anak muda dan memperluas ruang regenerasi silek di tengah gempuran budaya global.

Baca Juga:  Fisik Sudah 85 Persen, Tol Padang-Sicincin bakal Diresmikan Desember 2024

Rang Tuo Silek dan tokoh adat menyambut kebijakan ini dengan antusias. Mereka menilai langkah tersebut bentuk nyata keberpihakan terhadap budaya sendiri yang mulai terpinggirkan.

“Kalau silek tak hidup di tanah kelahirannya, di mana lagi ia akan tumbuh? Kita ingin anak-anak kita kembali mengenal gelanggang, kembali bersentuhan dengan guru silek, dan memahami falsafah Minangkabau lewat gerakan dan nilai-nilainya,” ujar Vasko.

Ia menekankan pelestarian silek sebagai bagian strategi pembangunan kebudayaan di Sumbar. Tujuannya membentuk manusia Minang yang kuat secara nilai, tangguh secara mental, dan berakar pada warisan leluhur.

Menurut Vasko, perlu kolaborasi lintas sektor antara pemerintah nagari, dunia pendidikan, guru silek, tokoh adat, dan masyarakat. Ia menyebut pelestarian silek bukan program jangka pendek, tapi komitmen lintas generasi.

Baca Juga:  Semen Padang Salurkan Zakat Karyawan Hingga ke Pelosok Kepulauan Mentawai

“Ini bukan program satu-dua tahun. Ini komitmen lintas generasi. Kita ingin silek Minangkabau menjadi napas yang dicintai anak-anak muda kita. Lewat silek, mereka belajar nilai-nilai adat, ajaran Islam, dan karakter Minangkabau yang sejati. Dari surau ke sekolah, dari gelanggang ke dunia,” tutur Vasko.

Melalui IPSI Sumatera Barat, ia tengah menyiapkan pelatihan pelatih, sertifikasi guru silek, festival antar-nagari, serta program diplomasi budaya nasional dan internasional. Ia menyebut komitmen ini bagian dari upaya membangun jati diri masyarakat Minangkabau. (Rel)