Peristiwa

Kasus Mutilasi Ungkap Dua Pembunuhan Lain oleh Satria Johanda

381
×

Kasus Mutilasi Ungkap Dua Pembunuhan Lain oleh Satria Johanda

Sebarkan artikel ini
Warga menyaksikan Kasus pembunuhan dan mutilasi Septia Adinda mengungkap kasus hilangnya dua orang perempuan di Januari 2024 lalu.

Parik Malintang – Kasus mutilasi terhadap Septia Adinda mengungkap dua pembunuhan lainnya yang terjadi pada Januari 2024. Kedua korban tersebut adalah Siska Oktavia Rusdi (23) dan Adek Gustiana (24), dua mahasiswi yang dinyatakan hilang pada tahun lalu.

Pelaku bernama Satria Johanda membunuh ketiganya di tempat dan waktu berbeda. Jasad dua korban ditemukan terkubur dalam sumur di belakang rumah pelaku.

“Iya, pelaku mengaku kepada petugas telah membunuh tiga perempuan. Satu tahun ini yang merupakan korban mutilasi dan dua perempuan lagi pada tahun lalu,” kata Kapolres Padang Pariaman, Faisol Amir Kamis, (19/6/2025).

Faisol menyatakan pengungkapan kasus bermula dari pendalaman keterangan pelaku terkait laporan orang hilang pada 2024.

Baca Juga:  Chairunnas: Petugas PMI Yang Datang ke Lokasi Merupakan Relawan Terlatih dan Bersertifikat

“Setelah dibunuh, kedua korban langsung dimasukkan ke dalam sumur lalu ditutup. Dia mengaku tidak memutilasi dua korban ini,” ujar Faisol Amir.

Pelaku mengaku Siska adalah kekasihnya. Ia membunuh karena cemburu. Sedangkan Adek, teman Siska, dibunuh karena dianggap mengajari Siska selingkuh.

“Pengakuan pelaku sudah membunuh tiga korban. Di kejadian berbeda dan TKP berbeda. Untuk dua korban ini pelaku mengeksekusi di rumahnya,” kata Faisol Amir.

Faisol membuka kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat. Ia mengimbau masyarakat melaporkan jika memiliki anggota keluarga yang belum kembali.

“Kami masih menerima informasi sekaligus respon masyarakat, apabila ada keluarga yang belum pulang atau hilang silahkan laporkan,” ujar Faisol Amir.

Baca Juga:  Aklamasi, Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Ketua INKADO Sumbar

Faisol juga menyampaikan duka cita atas wafatnya ibu korban Siska setelah mengetahui anaknya menjadi korban pembunuhan.

“Kami mendengar informasi duka, atas meninggalnya ibu Siska. Kalau itu benar itu ada berkaitan dengan informasi hilangnya anaknya, kami belasungkawa,” tutup Faisol Amir.