BudayaEkonomi

Lewat Program TJSL, BRI Sungaipenuh Dukung Pembangunan Tempat Wudhu di Kemenag Kerinci 

386
×

Lewat Program TJSL, BRI Sungaipenuh Dukung Pembangunan Tempat Wudhu di Kemenag Kerinci 

Sebarkan artikel ini
Pemimpin Cabang BRI Sungaipenuh Fithra Maulana beserta TIM melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Kemenag Kab. Kerinci (22/05). Kunjungan tersebut dalam rangka menindaklanjuti Pengajuan usulan BRI Peduli TJSL (Tanggung Jawab Sosial Lingkungan) dari kantor Kementerian Agama Kabupaten Kerinci berupa Pembangunan Tempat Wudhu Mushalla Kantor.

SUNGAI PENUH – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Sungaipenuh menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelayanan keagamaan di Kabupaten Kerinci. Pada Rabu, 22 Mei 2024, Pemimpin Cabang BRI Sungaipenuh Fithra Maulana bersama tim melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kerinci.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut atas usulan bantuan pembangunan tempat wudhu di mushalla Kantor Kemenag Kerinci melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli. Usulan tersebut diajukan pihak Kemenag Kerinci beberapa waktu lalu dalam upaya meningkatkan kenyamanan fasilitas ibadah di lingkungan instansi tersebut.

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kepala Kantor Kemenag, Fithra Maulana membawa kabar menggembirakan. Ia menyampaikan bahwa BRI Pusat telah menyetujui pengajuan pembangunan tempat wudhu melalui program TJSL. Persetujuan ini menjadi sinyal positif atas sinergi yang terjalin antara BRI dan Kemenag Kerinci dalam upaya memperkuat layanan publik berbasis keagamaan.

“Alhamdulillah, pengajuan bantuan pembangunan tempat wudhu telah disetujui oleh BRI Pusat. Kami berharap fasilitas ini dapat bermanfaat dan menunjang kenyamanan dalam beribadah bagi seluruh ASN maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar Kantor Kemenag,” ujar Fithra Maulana.

Baca Juga:  Wagub Sumbar Apresiasi Terobosan Anak Nagari Pauh IX Bangun Pusat  Kuliner

Ia menambahkan, program TJSL BRI tidak hanya berfokus pada dukungan ekonomi atau infrastruktur umum, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai spiritual dan pelayanan keagamaan. Pembangunan tempat wudhu dianggap sebagai bagian dari kontribusi nyata BRI dalam mendukung sarana ibadah yang layak dan representatif.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kerinci, H. Pahrizal, S.Ag., M.M., menyambut baik kabar tersebut dan mengapresiasi kepedulian sosial yang ditunjukkan oleh BRI. Ia menyebutkan bahwa sinergi antara lembaga pemerintah dan sektor perbankan sangat penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk dalam penyediaan fasilitas ibadah.

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada BRI atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Semoga sinergi ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang luas, tidak hanya bagi ASN, tetapi juga bagi umat secara umum,” tutur H. Pahrizal.

Menurutnya, keberadaan tempat wudhu yang layak sangat penting untuk menunjang kelancaran aktivitas keagamaan di mushalla kantor. Saat ini, fasilitas tersebut masih terbatas dan membutuhkan perbaikan agar dapat digunakan dengan optimal, terutama saat pelaksanaan kegiatan keagamaan berskala besar.

Baca Juga:  Kecelakaan di Perlintasan Kereta, PT KAI Ingatkan Soal Keselamatan

Program TJSL BRI diharapkan menjadi inspirasi bagi institusi lain untuk turut serta dalam pembangunan berbasis kebutuhan sosial dan spiritual masyarakat. Dengan terbangunnya tempat wudhu yang representatif, kenyamanan dalam beribadah akan semakin meningkat, sekaligus memperkuat citra kantor Kemenag sebagai lembaga yang ramah dan peduli terhadap layanan keagamaan.

Fithra Maulana juga menyampaikan bahwa BRI akan terus mendorong program-program sosial serupa di berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. BRI ingin memastikan bahwa kehadirannya di tengah masyarakat tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan.

Dengan adanya dukungan ini, BRI Cabang Sungaipenuh sekali lagi menunjukkan perannya sebagai institusi yang tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial tinggi terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam bidang keagamaan. (rel)