OlahragaPendidikan

Proses Menyiapkan Olahragawan, Dimulai dari Identifikasi Bakat

1153
×

Proses Menyiapkan Olahragawan, Dimulai dari Identifikasi Bakat

Sebarkan artikel ini

Catatan Perjalanan Prof Syahrial Bakhtiar ke Amsterdam Belanda dan Ghent Belgia (3)

PERJALANAN Prof Syahrial Bakhtiar dalam mengikuti Expert Meeting Talent Identification and Development (TID) dalam bidang olahraga, 8-12 April di Ghent University yang terletak di Kota Ghent Negara Belgia dan Han University Kota Nijmegen Belanda mengalami keterlambatan.

Hal itu disebabkan kami memutuskan untuk lebih cepat menuju Kota Ghent. Sehingga rasanya tidak konsentrasi unt menulis. Tepat pukul 12.00 siang waktu Amsterdam kami menuju stasiun bus yang juga stasiun kereta api Sloterdijk Amsterdam. Karena keputusan keberangkatan dipercepat disebabkan cuaca yang diperkirakan akan hujan sepanjang hari. Hal itu setelah berkomunikasi dengan Prof. Johan Pion, kami pun segera ditunggunya di Kota Ghent.

Saat pertemuan dengan Prof Johan,

Perkiraan cuaca tepat sekali, sewaktu kami sampai di Stasiun Sloterdijk mulai gerimis dibarengi hembusan angin yang cukup menusuk tulang. Risky dan Farah burgegas ke kantor perusahaan Bus Flix, alhamdulillah kami mendapatkan empat tiket menuju Kota Ghent untuk keberangkatan pukul 03.10. Karena harus menunggu lebih kurang dua jam dan cuaca masih kurang bersahabat kami mencari tempat yang mungkin lebih hangat ke stasiun kereta Api. Yang dapat dituju menggunakan lift dan sedikit kehujanan.

Prof. Johan terus memonitor perjalanan kami sambil mengingatkan bahwa bahan presentasi harus segera dikirim ke panitia besok pagi. Prof Johan merupakan salah satu pakar TID terkenal saat ini. Beliau menyelesaikan Studi Doktornya di Ghent University dengan promotornya pakar TID, Prof. Mathew Leonair, yang juga merupakan keynote speaker pada conference nanti. Prof. Johan sejak tahun 2007 mengajar di Almamaternya dan sebagai kepala Pusat Studi TID di Han University semenjak 2016. Prof. Johan, mantan atlet nasional senam negara Belgia. Pertemuan kami dengan beliau pertama kali pada tahun 2018 di Bangkok, ketika kami diikutsertakan oleh kolega dari Singapura untuk mengikuti conference international olahraga racket yang ke tujuh tahun 2018. Karena sampai Conference yang ke tujuh tersebut belum ada peserta dari indonesia yang hadir. Walaupun pendaftaran sudah berakhir satu bulan berkat usaha teman-teman dari Singapore kami dan Risky dapat bertemu Prof. Johan sebagai keynote pertama.

BACA JUGA  Ribuan Pecinta Buru Babi bakal Taklukan Tantangan Berburu di ‘Alek Kota Sawit’

Comment