PADANG – Innalillahiwainna ilaihirojiun. Zhafirah Zahrim Febrina (Ife), mahasiswi Politeknik Negeri Padang, menjadi korban erupsi Gunung Merapi, meninggal pada Minggu (17/12) pukul 17.45 WIB di RSUP M. Djamil Padang setelah berjuang melawan luka bakar 70 persen.
Mahasiswi Politeknik Negeri Padang, Zhafirah Zahrim Febrina (Ife), yang terluka parah akibat erupsi Gunung Merapi, menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (17/12) sekitar pukul 17.45 WIB di RSUP M. Djamil Padang.
Informasi ini disampaikan melalui media sosial dan telah dikonfirmasi oleh Direktur Utama RSUP M. Djamil Padang, dr. Dovy Djanas.
Dovy Djanas menyampaikan bahwa Zafira dirawat di ruang ICU Tulip selama dua minggu terakhir dan menjalani perawatan intensif.
Meskipun upaya pengobatan telah dilakukan semaksimal mungkin, kondisi pasien mengalami pasang surut hingga akhirnya Allah SWT memanggilnya pulang.
RSUP M. Djamil Padang, melalui dr. Dovy Djanas, mengungkapkan keprihatinan dan turut berduka cita atas kepergian Zafira. Pihak rumah sakit sedang melakukan proses pemulasaraan jenazah, termasuk pemandian, mengafani, dan memfasilitasi pengantaran jenazah hingga pemakaman.
Jenazah Safira akan disemayamkan di rumah duka di kawasan Belimbing Kota Padang. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan kesabaran.
“Kami telah melakukan upaya maksimal dalam memberikan perawatan kepada Zafira. Namun, kondisi pasien mengalami pasang surut yang tidak dapat dihindari,” ujar dr. Dovy Djanas, Direktur Utama RSUP M. Djamil Padang.(Bdr)







