Peristiwa

Pernah Gempa 9.0 Magnitudo, Jika Megathrust Mentawai Terjadi Sumbar Bisa Tsunami 10 Meter

367
×

Pernah Gempa 9.0 Magnitudo, Jika Megathrust Mentawai Terjadi Sumbar Bisa Tsunami 10 Meter

Sebarkan artikel ini
Kegiatan Table Top Exercise (TTX) Simulasi Gempabumi dan Tsunami Kawasan Infrastruktur Kritis BIM, pada Selasa (22/8/2023).Ist

PADANG – Bencana gempa bumi dan tsunami kini terus menjadi isu hangat di Sumatera Barat (Sumbar). Ancaman itu butuh sinergi dan komitmen semua pihak pengambil kebijakan dalam penanggulangannya.

Kepala Pelakaana BPBD Sumbar, Rudy Rinaldy menyebut, jika gempa megathrust Mentawai benar-benar terjadi, Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan Pelabuhan Teluk Bayur besar kemungkinan bakal lumpuh. Padahal, keduanya ini pintu masuk atau keluar dari daerah Sumbar.

“Makanya penting membuat batasan landasan tsunami atau blue land, agar masyarakat lebih siaga, dan bisa mengurangi korban,” kata Rudy pada kegiatan Table Top Exercise (TTX) Simulasi Gempabumi dan Tsunami Kawasan Infrastruktur Kritis BIM, pada Selasa (22/8/2023).

BACA JUGA  Ada Jejak Anarko Sindikalis pada Aksi Anarkis di DPRD Sumbar

Selain memberikan informasi yang lebih cepat, akurat, dan terkini, dia berharap Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga bisa memakai alat yang lebih mutakhir. Kemudian harus disinergikan dan disosialisasikan agar bisa digunakan instansi terkait, termasuk bagi BPBD se-Sumbar.

“Karena informasi awal terkait gempa dan tsunami tentu dari BMKG. Jadi kami dari BPBD tetap berpijak pada teknologi mutakhir yang BMKG gunakan, cuma jika terjadi kami tidak fokus ke BIM saja, tapi seluruh wilayah Sumbar,” ucapnya.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan BMKG, Daryono menyebut, potensi besarnya megathrust Mentawai bisa mencapai 8,9 magnitudo. Ancaman ini sangat penting diwaspadai dan perlu sinergisitas untuk zero victim atau meminimalisir korban.

BACA JUGA  Pemko Bukittinggi Anggarkan Dana Sebesar Rp.2,5 M Untuk Subsidi Tabungan Ustman 2024

Salah satunya, berupaya untuk bersinergi melakukan kegiatan-kegiatan mitigasi kebencanaan. Terlebih lagi di kawasan BIM Kabupaten Padang Pariaman, sebagai gerbang pintu masuk yang sangat penting di wilayah Sumbar.

“Karena Sumbar memang indah, namun di sisi lain juga sangat rawan bencana,” kata Daryono sebelum membuka kegiatan TTX Simulasi Gempabumi dan Tsunami Kawasan Infrastruktur Kritis BIM yang digelar BMKG tersebut.

Menurutnya, mitigasi bencana sangat penting untuk menuju zero victim. Apalagi, gempa bumi yang diprediksi bakal terjadi sekitar 8,9 magnitudo sangat berdampak pada adanya ancaman tsunami dengan ketinggian air mencapai 10 meter.

Comment