Peristiwa

Di Kota Padang, Bayi 5 Bulan Dibawa untuk Minta-minta di Lampu Merah

522
×

Di Kota Padang, Bayi 5 Bulan Dibawa untuk Minta-minta di Lampu Merah

Sebarkan artikel ini
Perempuan inisial WD (44) diamankan Satpol PP Padang membawa bayi umur 5 bulan untuk minta-minta di lampu merah.ist

PADANG – Di Kota Padang, bayi berumur 5 bulan dibawa untuk meminta-minta di lampu merah. Mendapati itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang langsung bergerak menyelamatkan bayi tersebut, Senin, (26/3/23).

Bayi tersebut dibawa oleh seorang perempuan WD (44) di perempatan lampu merah, Jalan Bagindo Aziz Chan. Setelah diselamatkan kemudian dibawa petugas ke Dinas Sosial Kota Padang.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Padang, Mursalim menjelaskan, awalnya anggota Satpol PP sedang melakukan pengawasan penegakan Perda dan Perkada di perempatan lampu merah Bagindo Aziz Chan.

Kemudian, anggotanya mendapati seorang ibuk-ibuk yang yang sedang meminta-minta dengan mengendong seorang balita di perempatan lampu merah.

BACA JUGA  Viral Aksi Penangkapan Pencuri Kabel PT Semen Padang, Ini Koronologinya

“Orang tuanya berinisial WD (44), dari keterangan yang bersangkutan, anaknya masih berumur 5 bulan, jenis kelamin perempuan. Karna perbuatannya tersebut, dirinya melanggar Perda 11 tahun 2005 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, pasal 10 ayat 1,”ujar Mursalim melalui relis resminya.

Usai dilakukan pendataan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP, WD bersama Balitanya langsung dibawa petugas ke Dinas Sosial Kota Padang untuk dilakukan pembinaan sesuai aturan yang berlaku.

“Kita takut terjadi sesuatu pada anaknya, karena masih balita, sekarang kita serahkan pembinaan dan proses salanjutnya kepada Dinas Sosial Kota Padang,”jelasnya.

Selain itu, untuk upaya mencegah gangguan Trantibum dan menjegah terjadinya kegiatan meminta-minta di perempatan lampu merah yang sangat membahayakan pengendara dan pengemis, dirinya tidak pernah bosan mengingatkan warga kota padang agar tidak memberikan apapun di perempatan lampu merah.

BACA JUGA  Diduga Rem Blong, Tragedi Kecalakaan Beruntun Kembali terjadi di Panyalaian

“Jika kita masih memberi diperempatan lampu merah, tentu mereka akan terus berupaya turun kejalan dan terus berinovasi dalam mencari belas kasian masyarakat, maka untuk mencegahnya, butuh kerja semua lampisan masyarakat,”harap Mursalim.(Bdr)

Comment