Hukum

Ustad yang Samakan Muhammadiyah dengan Syiah di Payakumbuh Ditetapkan jadi Tersangka

679
×

Ustad yang Samakan Muhammadiyah dengan Syiah di Payakumbuh Ditetapkan jadi Tersangka

Sebarkan artikel ini
Oknum jamaah Salafi Payakumbuh Hafzan El Hadi yang samakan Muhammadiyah dengan Syiah.Ist

PADANG – Akhirnya Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) menetapkan Ustaz HEH tersangka dalam kasus ujaran kebencian.

Diketahui Ustaz HEH sebelumnya diduga menghina dengan menyamakan Muhamadiyah dengan Syiah. Pernyataan itu ditulisnya di media sosial. Ustad HEH juga dikenal sebagai jamaah salafi.

Dikutip dari suara.com Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumbar, AKBP Alfian Nurnas membenarkan penetapan tersangka Ustaz HEH. Ia menyebutkan, penetapan tersangka ini setelah dilakukan gelar perkara.

Menurut Alfian, gelar perkara dilakukan penyidik pada Rabu (14/6/2023). “Hasil gelar sudah ditetapkan menjadi tersangka,” ujar Alfian, Rabu (14/6/2023.

Ustaz HEH disangkakan Pasal 28 ayat 2 undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

BACA JUGA  GTD Bisnis dan HAM Sumbar Dikukuhkan, Jangan Ada Pelanggaran HAM di Lingkungan Kerja

Alfian mengungkapkan, tersangka terancam hukuman penjara enam tahun. Namun belum diketahui apakah tersangka langsung ditahan atau tidak usai penetapan tersangka.

“Penyidik sedang melengkapi administrasi penyidikannya,” kata dia.

Dalam penanganan kasus ini, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumbar melibatkan sejumlah saksi ahli yang terdiri dari ahli bahasa dan ITE. Total, sudah empat orang saksi diminta keterangan.

Sebelumnya, Pemimpin Wilayah Muhammadiyah Sumbar menyatakan tolak berdamai dengan Ustaz HEH, meskipun telah meminta maaf.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhamadiyah Sumbar, Dr. Bakhtiar mengungkapkan, Ustaz HEH telah dimaafkan, namun untuk kasus tetap akan diproses di ranah hukum.

“Untuk permohonan maaf secara individu sudah dimaafkan. Sesuai lembaga ada proses hukum dilalui. Proses berjalan, ikuti saja proses hukum itu,” kata Bachtiar.

BACA JUGA  Geledah 4,5 Jam, Ini Ditemukan Penyidik KPK di Kantor Bupati Solsel

Seperti diketahui, kasus ini dilaporan oleh Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kota Payakumbuh.

Laporan itu berawal dari status media sosial Facebook akun Hafzan El Hadi pada Jumat (21/4/2023). Akun tersebut menyinggung soal Muhammadiyah yang mengarah kepada pencemaran mana baik organisai.

“Yang masih menganut sekte Muhamm*diyah biar melek, ini sisi kesamaannya dengan Syi’ah. Ber-Islam lah tanpa Ormas,” begitu narasinya sembari menyematkan video Ustaz Farhan Abu Furaihan.(*/Bdr)

Comment