PADANG – Pengurus Wilayah Ikatan Notaris Indonesia (Pengwil INI) Sumbar kembali menggelar magang bersama, Selasa (28/2/2023) di ZHM Hotel Padang. Kegiatan ini merupakan jenjang yang harus diikuti oleh calon notaris.
Ketua Panitia Magang Bersama Pengwil INI Sumbar, Notaris Mitra Pemilda mengakui, Pengwil INI Sumbar telah melakukan sejumlah magang bersama secara berkelanjutan. Karena kegiatan itu merupakan amanah dari perkumpulan.
“Ini adalah amanah peraturan perkumpulan, Kita Sumbar sudah menggelarnya secara berkelanjutan. Semoga ini dapat membantu adik-adik calon notaris,”katanya .
Magang bersama kali ini diikuti sebanyak 60 peserta yang terbagi dalam 4 semester. Untuk semester satu hingga 4.
Menariknya, Magang Bersama Pengwil INI Sumbar tersebut sudah mendapatkan pengakuan dari PP INI. Setelah menerima monitoring dan evaluasi dari PP INI.
“Alhamdulillah pola magang bersama yang kita gelar selama ini mendapatkan perhatian dan pengakuan dari PP INI. Dengan hasil itu, maka lulusan dari magang bersama kita ini diakui sesuai standar peraturan perkumpulan INI,”pungkasnya.
Hadir melakukan monitoring dan evaluasi Ketua Bidang Organisasi Pengurus Pusat INI Taufik dan Wakil Sekretaris Pengurus Pusat INI, Herna Gunawan.
Notarizm’s Intellection
Selain Magang Bersama, Pengwil INI Sumbar juga melaksanakan Notarizm’s Intellection. Kegiatan tersebut membekali mahasiswa strata satu fakultas hukum dalam penyusunan kontrak.
Diikuti sebanyak 30 peserta dari lima universitas di Sumbar. Yakni, Universitas Taman Siswa Padang, Universitas Bung Hatta, Universitas Muhammad Yamin, Universitas Dharma Andalas dan Universitas Andalas.
Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk Notarizm’s Intellection Legal Drafting Kontrak.
Sebagai narasumber Leny Agustan dan Ketua Pengwil INI Sumbar, Dr. Muhammad Ishaq.
Ketua Panitia Notarizm’s Intellection, Leny Agustan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan berjenjang bagi calon notaris. Khusus untuk peserta Notarizm’s Intellection merupakan penguatan pemahanan terhadap kontrak.
“Kegiatan ini guna melakukan penguatan pemahaman kontrak bagi mahasiswa hukum. Ini cikal bakal bagi generasi kita ke depan sudah dapat memahami kontrak lebih baik,”sebutnya.
Untuk itu, penting adanya pemahaman yang mendasar terkait perikatan. Sehingga, penyusunan kontrak juga harus mempertimbangan kondisi kekinian.
Sehingga, mereka yang memilih jalur profesi notaris sudah memperoleh bekal akademik yang matang dari awal. Karena kegiatan tersebut memfokuskan pada penyusunan draf kontrak.
“Melahirkan notaris ke depan adalah tantangan terbesar bagi INI. Terutama menjaga jabatan yang mulia tersebut,”sebutnya.
Dikatakannya, regenerasi adalah kewajiban bagi organisasi. Sehingga dapat melahirkan notaris yang berintegritas dan berdaya saing global.(Bdr)







