Peristiwa

BKSDA Pasang Plang Peringatan di Sungai Sapih Sekitar Lokasi Kemunculan Buaya

658
×

BKSDA Pasang Plang Peringatan di Sungai Sapih Sekitar Lokasi Kemunculan Buaya

Sebarkan artikel ini

PADANG-Menjawab keresahan warga Sungai Sapih Kecamatan Kuranji Kota Padang pasca kemunculan tiga ekor buaya, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar telah memasang plang larangan agar masyarakat di sekitar sungai selalu waspada.

“Maka ada beberapa hal yang harus diwaspadai masyarakat di sekitar lokasi kemunculan buaya. Seperti menghindari beraktivitas di lokasi seperti main, mandi, cuci dan buang hajat,” ungkap Kepala BKSDA Sumbar Ardi Andono, Selasa (11/10/2022).

Seekor buaya berjemur di pasir di Sungai Sapih Kuranji

Dikatakan Ardi, kemunculan buaya juga bisa disebabkan adanya aktivitas warga yang mengundang buaya seperti buang bangkai, mengambil pasir.

Lalu, kemungkinan lain adalah karena curah hujan yang tinggi belakangan ini menyebabkan banjir menyebabkan kurang tersedianya ikan makanan buaya.

Baca Juga:  Buntut Bantuan Wabah Covid-19, Berlagak Ahok Petugas Kelurahan di Padang Coret KK Warga dengan Kata-kata 'Pedas'

Sedangkan, untuk kemunculan buaya di aliran Batang Guo Kuranji, khusunya di lingkungan RT 04 RW 02 Kelurahan Sungai Sapih BKSDA Sumbar sudah turun menanganinya sejak tiga hari kemarin. “Bahkan, kami tetap monitor
Dan kita juga telah memasang plang agar masyarakat hati hati dan waspada,” ujar Ardi.

Ditambahkan Ardi, memang tidak terbantahkan seluruh sungai yang ada di pesisir Provinsi Sumbar merupakan habitat tempat hidupnya buaya. Maka diharapkan bagaimana masyarakat (manusia-red) hidup berdampingan dengan satwa liar tanpa terjadi konflik. Maka perlu perhatian bagi masyarakat di sekitar habitat satwa liar tadi hati hati guna mengurangi resiko.

Hal itu menyusul beberapa hari lalu, warga Bawah Asam Sungai Sapih Kecamatan Kuranji Kota Padang heboh dengan kemunculan tiga ekor buaya di aliran sungai Batang Guo Kuranji.

Baca Juga:  Sumbar Dihantam Banjir, Ratusan Warga Dievakuasi

Buaya spesies anggota famili crocodylidae ini pertama kali dilihat hanya seekor oleh warga berenang di lubuk yang berada di belakang rumahnya lingkungan RT 04 RW 02 Kelurahan Sungai Sapih.

Namun, setelah itu ternyata buaya tesebut berjumlah tiga ekor. Dua ekor lagi dilihat seorang pemancing yang belakangan diketahui bernama Udin Dagiang (68). Sedangkan, yang pertama dilihat salah soorang setempat Joni (38) diperkirakan buaya tesebut sepanjang lebih kurang tiga meter. Yang dua lagi seekornya lagi cukup besar dengan panjang sekitar 4 meter. (drd)