Pariwisata

Butuh Dukungan Semua Pihak, Pariwisata Sumbar Dinilai Mahal dan Kurang Ramah

334
×

Butuh Dukungan Semua Pihak, Pariwisata Sumbar Dinilai Mahal dan Kurang Ramah

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Novrial pada pembukaan Bimbingan Teknis Pelaku Ekonomi Kreatif di Hotel Rocky Padang, Rabu (13/10/2021).ist

PADANG – Pariwisata Sumatera Barat masih mengalami kekurangan yang perlu dibenahi. Terutama dengan pandangan wisatawan terhadap Sumbar kotor dan kurang ramah. Untuk itu diperlukan komitmen bersama untuk mengubah pandangan tersebut.

“Ini survey yang menunjukan, dari 1.200 responden, ada komentar yang menunjukan kekurangan pariwisata kita,”sebut Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Novrial pada pembukaan Bimbingan Teknis Pelaku Ekonomi Kreatif di Hotel Rocky Padang, Rabu (13/10/2021).

Dikatakannya, secara umum ada empat pandangan wisatawan terhadap Sumbar. Pertama, Sumbar kotor. Menurutnya, jika mau jujur memang masih ada warga Sumbar yang kurang peduli dengan kebeersihan lingkungan. Puntung rokok berterbangan kemana-mana.

“Membuang sampah sembarangan di objek wisata,”ujarnya.

BACA JUGA  Duo Datuk Resmikan Lapangan Sepaktakraw dan Lepas Majelis Taklim Refreshing

Untuk masalah ini solusinya, menuru Novrial melibatkan banyak pihak. Butuh komitmen bersama, semua pemangku kepentingan bisa mengubah pola pikir untuk berprilaku bersih.

Kedua, pariwisata di Sumbar itu mahal. Menurutnya poin ini jika benar, tapi ada solusinya. Penyedia kuliner, diharapkan bisa memajang daftar harga. Atau menyediakan alasan kenapa barang atau makanan dijual mahal. “Jadi mereka yang mau beli sudah tahu dengan kemampuannya, jadi tidak terkejut saja, tidak merasa kena pakuak,”ujarnya.

Ketiga, kurang ramah. Poin ini, menurutnya orang Sumbar dinilai memiliki karakter tersendiri. Meski begitu dapat dimanfaatkan untuk menunjang pariwisata. Orang Sumbar itu paota (suka bercerita) itu di lapau-lapau.
Untuk pariwisata, orang suko ‘Maota’ tersebut bisa mempromosikan objek wisata dengan menceritakan satu objek tersebut. Sehingga menjadi menarik bagi orang untuk dikunjungi. Sehingga objek wisata yang biasa-biasa saja, ketika mendengarkan ceritanya orang tertarik, karena menjadi luar biasa.

BACA JUGA  Wisatawan China di Masjid Raya Sumbar: "Maafkan Kami, Umat Muslim Bersaudara"

Kekurangan keempat adalah pariwisataSumbar dinilai kurang menarik. Penilaian ini diberikan karena, objek wisata di Sumbar suka meniru-niru. Mencontoh apa yang dibuat orang, kemudian dibuat pula serupa. Padahal, bisa dimodifikasi dengan keunikan tersendiri.

Comment