Ekonomi

Masmar Efendi Pelaku Budidaya Lele dan Patin, Bertahan di Tengah Pusaran Covid-19

111
×

Masmar Efendi Pelaku Budidaya Lele dan Patin, Bertahan di Tengah Pusaran Covid-19

Sebarkan artikel ini

Di tengah pusaran pandemi Covid-19, semua sektor usaha terdampak. Bahkan, sebagian besar usaha terpaksa gulung tikar. Namun, sosok Masmar Efendi dengan terseok seok, tetap bertahan di tengah badai Covid-19, agar usaha budi daya ikan lele dan patin tidak gulung tikar.

pelaku usaha budidaya ikan lele dan ikan patin, Masmar Efendi

WALAUPUN terganggu karena dampak pandemi Covid-19, namun tidak menyurutkan semangat Masmar Effendi berusaha budidaya ikan lele dan ikan patin.

Pria kelahiran, 14 November 1975 mulai berusaha budidaya ikan patin dan lele ini sejak beberapa tahun lalu. Namun, mulai menekuni secara serius setelah Sief, panggilan akrab Masmar Effendi pulang dari rantau. Sief juga pernah malang melintang merantau ke Tanah Pulau Jawa.

BACA JUGA  Job Fair Disnakertrans Sumbar, Tersedia 1.700 Lowongan Kerja

Namun, tahun 2006 Sief pulang kampung. Karena tidak ada pekerjaan tetap, maka Sief mengambil sikap menekuni budidaya ikan lele dan patin, dengan memanfaatkan lahan pusakanya.

Awalnya, pria ini berusaha sekitar dua dan tiga petak kolam. Kemudian, ditingkarkan 8 petak kolam dengan luas lahan lebih kurang 6.000 meter persegi. Lahan tersebut terletak di Pilakuik RW 13 Kelurahan Gunung Sarik Kecamatan Kuranji Kota Padang.

Belakangan Sief intensif membudidayakam ikan patin dengan memanfaatkan tiga petak kolam. Ketiga petak tersebut ditebar bibit ikan patin sebanyak 20 ribu bibit. Ikan patin ini bisa dipanen selama 9. Jika sukses, pria menuai hasil sekitar 40 persen, setelah dipotong pakan ikan, biaya beli bibit dan biaya lain lain.

BACA JUGA  Tim Inovasi Semen Padang Sabet 7 Platinum, 1 Gold di Ajang TKMPN

Sedangkan, ikan lele juga memanfaatkan lahan tiga petak kolam, dengan menebar 25 ribu bibit. Tapi, ikan lele bisa dipanen lebih cepat, yakni sekitar 2 dan tiga bulan. Budidaya ikan lele ini lebih prospek ketimbang patin, karena masa panen yang hanya mencapai dua atau tiga bulan. Sedangkan, ikan petin bisa dipanen setelah berumur sembilan bulan.

Sief mengakui, belakangan sejak virus corona (Covid-19) melanda negeri, ia juga merasakan dampak pandemi Covid-19 ini.Namun, ia tetap tegar menekuni usahanya supaya bertahan. Walaupun terseok seok, handaknya menjadi motivasi bagi anak nagari atau generasi muda di negeri tidak pantang menyerah.

Comment