Pendidikan

Masuk 10 Besar Nasional, Sumbar Daerah Pengelola Arsip Bernilai Baik

308
×

Masuk 10 Besar Nasional, Sumbar Daerah Pengelola Arsip Bernilai Baik

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Sumbar, Wardarusmen menerima penghargaan pengelolaan arsip bernilai baik dari Menpan dan RB di Solo, (26/2/2020).ist

SOLO – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah menorehkan prestasi yang membanggakan pada awal 2020. Pemerintah Provinsi Sumbar memperoleh penghargaan, ditetapkan menjadi daerah pengelola kearsipan dengan baik.

Penghargaan itu diserahkan Menteri Pemberdayaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB) Tjahjo Kumolo setelah di audit oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

“Alhamdulilah ditetapkan menjadi daerah pengelola arsip dengan nilai baik. Ini adalah sebuah pencapaian yang membanggakan, ini juga hasil kerjasama jajaran Dinas Kearsipan kita,”sebut Kepala Dinas Kearsiapan dan Perpustakaan Daerah Sumbar, Wardarusmen Minggu (3/1/2020).

Dikatakannya, penghargaan tersebut diserahkan pada Rakornas Pengawasan Kearsipan 26 Februari di Solo, Jawa Tengah. Menurutnya, pengelolaan kearsipan ke depan akan lebih berat. Karena beranjak dari pentingnya nilai arsip itu sendiri.

BACA JUGA  Kakan Kemenag Apresiasi Ajang MGMP Bahasa Indonesia MTs Kota Padang

“Ke depan pengelolaan arsip itu menjadi lebih berat,”ujarnya.

Dikatakannya, mengacu pada surat edara Menpan dan RB juga menuntut penyelamatan arsip 2015-2019 harus selesai paling lambat bulan November 2021. Untuk itu Dinas Kearsipan harus bekerja keras menyiapkan dan mendampingi SKPD untuk melalukan pengelolaan arsip dinamisnya segera.

Diungkapkannya, penghargaan itu diberikan untuk mengukur tingkat keberhasilan pembinaan kearsipan yang dilakukan. Sejak 2016, Arsip Nasional telah melakukan pengawasan terhadap semua lembaga negara/pemerintah pusat dan pemerintah daerah, yang diwakili oleh lembaga kearsipan (Dinas Kearsipan dan Perpustakaan).

Pengawasan juga bertujuan untuk melihat peta permasalahan yang ada dalam upaya meningkatkan kegiatan pengelolaan arsip. Hasilnya, pada 2016 Sumatera Barat memperoleh predikat kurang. Sebagai pembanding, pada saat itu untuk tingkat kementerian, dari 34 kementerian yang diawasi, hanya 2 kementerian yang memiliki kategori baik, sisanya kurang dan buruk.

BACA JUGA  Gubernur Sumbar Melantik 42 Kepala SMA/SMK

Sumbar sendiri pada saat itu masih dalam kelompok 10 besar. Pada tahun 2017 dilakukan monitoring untuk mengevaluasi tindak lanjut yang dilakukan sebagai upaya memperbaiki kinerja kearsipan. Sumbar berhasil meningkatkan nilai menjadi 73 dengan kategori cukup. Kemudian hasil monitoring 2018 Sumbar berhasil meningkatkan kinerja kearsipan menjadi baik. Penilaian itu yang masih dipertahankan sampai 2019.

Comment