Sumatera Barat

Lembah Harau Diproyeksikan Jadi Destinasi Panjat Tebing Internasional

5
×

Lembah Harau Diproyeksikan Jadi Destinasi Panjat Tebing Internasional

Sebarkan artikel ini
HICFEST 2026 diikuti 300 peserta dan mendorong Lembah Harau menjadi destinasi panjat tebing serta wisata olahraga internasional.

LIMAPULUH KOTA — Lembah Harau terus didorong menjadi destinasi panjat tebing berkelas internasional sekaligus magnet wisata olahraga Sumatera Barat. Potensi alam kawasan tersebut dinilai mampu menarik wisatawan dan pemanjat tebing dari berbagai negara jika dikelola secara serius dan berkelanjutan.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyampaikan hal itu saat membuka Opening Ceremony Harau International Climbing Festival (HICFEST) 2026 di kawasan Lembah Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (3/11/2026) malam. Festival yang berlangsung pada 3–7 November 2026 tersebut diikuti sekitar 300 peserta dari dalam dan luar negeri.

Kegiatan panjat tebing internasional ini berlangsung di empat lokasi, yakni Tebing Aka Barayun, Tebing Echo, Tebing Pataki, dan Tebing Konoha. Mahyeldi berharap festival tersebut memperkenalkan potensi Lembah Harau kepada komunitas panjat tebing dunia sekaligus memperluas promosi pariwisata Sumatera Barat.

“Melalui HICFEST 2026, kita berharap Harau semakin dikenal luas, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. Potensi alam yang dimiliki kawasan ini sangat luar biasa dan memiliki banyak pilihan aktivitas wisata, salah satunya panjat tebing,” ujarnya.

Mahyeldi menilai festival berskala internasional harus diikuti pembenahan kawasan wisata secara menyeluruh. Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota bersama seluruh pemangku kepentingan perlu memperkuat penataan kawasan, infrastruktur, fasilitas pendukung, serta kesiapan masyarakat dalam menyambut wisatawan.

Baca Juga:  1.500 Lowongan Pekerjaan Tersedia pada Job Fair Bersama Pasker ID dan UNP

Ia juga menekankan pentingnya keramahan atau hospitality masyarakat setempat. Peningkatan kunjungan wisatawan harus menjadi peluang ekonomi bagi warga. Karena itu, masyarakat perlu mempersiapkan pelayanan yang baik bagi pengunjung domestik maupun mancanegara.

“Jangan sampai potensi wisata kita luar biasa, tetapi pelayanan kepada pengunjung justru menjadi persoalan. Parkir harus tertata, pelayanan harus baik, dan tidak boleh ada praktik premanisme. Kita ingin wisatawan yang datang merasa nyaman dan seperti berada di rumah sendiri,” tegasnya.

Mahyeldi meminta pemerintah kabupaten, kecamatan, nagari, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersinergi menjaga keamanan dan kenyamanan kawasan wisata. Dukungan TNI, Polri, kejaksaan, dan seluruh elemen masyarakat diperlukan untuk mempersiapkan Harau sebagai tujuan wisata olahraga internasional.

Sementara itu, Wakil Bupati Limapuluh Kota Ahlul Badrito Resha yang mewakili Bupati menyebut HICFEST 2026 sebagai salah satu agenda besar pariwisata daerah tahun ini. Pemerintah kabupaten berharap festival tersebut memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat identitas Harau sebagai destinasi wisata unggulan.

“Melalui kegiatan ini, kita berharap tercipta dampak ekonomi bagi masyarakat. Kami juga berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar, sehingga HICFEST menjadi kegiatan positif yang dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari branding Kabupaten Limapuluh Kota,” ujarnya.

Baca Juga:  Tiga Daerah Sumbar Raih Penghargaan Nasional, Gubernur Sebut Bukti Kinerja Nyata

Ahlul juga mengapresiasi panitia dan seluruh peserta yang menjadikan Harau sebagai ruang pertemuan komunitas panjat tebing dari berbagai daerah dan negara. Menurutnya, festival ini tidak hanya menghadirkan keramaian, tetapi juga menjadi sarana memasyarakatkan olahraga, mengembangkan pariwisata, serta membuka peluang ekonomi baru.

Dukungan terhadap keberlanjutan festival turut disampaikan Sekretaris Jenderal Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Pusat, Pristiawan Buntoro. Ia mengungkapkan bahwa HICFEST telah mendapat dukungan untuk dikembangkan menjadi agenda rutin FPTI yang digelar setiap dua tahun sekali di Lembah Harau.

“Ini salah satu bentuk komitmen FPTI dalam mengembangkan panjat tebing, bukan hanya dari sisi olahraga prestasi, tetapi juga petualangan dan rekreasi. Berdasarkan keputusan Munas, Harau Festival diarahkan menjadi agenda rutin dua tahunan yang dilaksanakan di Harau,” ungkapnya.

Pristiawan berharap keputusan tersebut ditindaklanjuti melalui kolaborasi pemerintah daerah, FPTI, komunitas panjat tebing, dan seluruh pihak terkait. Penyelenggaraan secara berkelanjutan diharapkan memperkuat posisi Harau sebagai destinasi panjat tebing internasional sekaligus memberikan manfaat bagi pengembangan olahraga, pariwisata, dan ekonomi masyarakat Sumatera Barat. (Bdr)