Olahraga

Porprov  2026 Berakhir: Padang Juara Umum, Walau Tanpa Emas Sepak Bola

4
×

Porprov  2026 Berakhir: Padang Juara Umum, Walau Tanpa Emas Sepak Bola

Sebarkan artikel ini

PADANG –Hiruk pikuk dan dengan segala intriknya multi iven gelaran Porprov XVI Sumbar 2026 telah berakhir. Endingnya, Kota Padang menutup dengan gelar juara umum. Walaupun, juara umum bagaikan sayur tanpa garam karena tak dilengkapi medali emas Cabor Sepakbola.

Sementara itu, Kota Payakumbuh menyempurnakan kiprahnya di cabang sepak bola dengan merebut medali emas setelah menundukkan Kota Sawahlunto 2-1 pada laga final di Stadion Utama Sumbar, Rabu (14/10/2026). Meskipun, perolehan medalinya tak sekarung Kota Padang, tapi terasa bermakna dengan medali emas cabang bal-balnya.

Sawahlunto harus menerima medali perak, sedangkan Kabupaten Tanah Datar menempati posisi ketiga cabang olahraga tersebut.

Pasca alek Porprov ini, atlet kota Padang pasti menanti bonus medali mereka dapatkan dengan kerja keras, meskipun mereka tak dapat guyuran bonus spontan, saat menerima medali.

Berakhirnya Porprov XVI sekaligus menandai tuntasnya kompetisi olahraga tingkat provinsi yang berlangsung pada 2–14 Oktober 2026. Ajang ini kembali digelar setelah delapan tahun vakum dan melibatkan atlet dari 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Padang Unggul Jauh dalam Perolehan Medali

Data final Sistem Informasi dan Manajemen Olahraga (SIRIMAU) yang diperbarui Rabu (14/10/2026) pukul 23.59 WIB menempatkan Padang di puncak klasemen dengan raihan 261 emas, 181 perak, dan 167 perunggu. Total medali yang dikumpulkan mencapai 609 keping.

Kota Solok berada di urutan kedua dengan 139 emas, 113 perak, dan 98 perunggu. Jumlah keseluruhan medalinya mencapai 349 keping.

Kabupaten Padang Pariaman mengamankan posisi ketiga dengan 77 medali emas. Berikutnya, Kota Bukittinggi menempati peringkat keempat dengan 75 emas, disusul Payakumbuh di posisi kelima dengan 73 emas.

Persaingan di kelompok tengah juga berlangsung ketat. Tanah Datar menempati peringkat kedelapan dengan 39 emas, diikuti Kabupaten Limapuluh Kota yang mengoleksi 36 emas dan Pasaman Barat dengan 35 emas.

Kabupaten Solok berada di urutan ke-12 dengan 30 emas, 58 perak, dan 79 perunggu. Sementara itu, Kabupaten Kepulauan Mentawai menempati peringkat ke-13 dengan 23 emas dan total 92 medali.

Baca Juga:  Sumbar Menjauh dari Target PON, Desakan Penggantian Pengurus KONI Sumbar Mengemuka

Capaian Mentawai mendapat perhatian karena daerah kepulauan tersebut turut menjadi tuan rumah pertandingan. Di tengah keterbatasan yang dihadapi, hasil tersebut dinilai sebagai salah satu pencapaian terbaik dalam sejarah olahraga daerah itu.

Editiawarman: Hasil Porprov Jadi Bahan Pembenahan

Ketua Panitia Besar (PB) Porprov XVI Sumbar 2026, Editiawarman, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pesta olahraga tersebut.

Dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, pemerintah kabupaten dan kota, KONI, pengurus cabang olahraga, serta jajaran panitia menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali kompetisi olahraga antardaerah setelah delapan tahun terhenti.

Meski pelaksanaan telah rampung, Editiawarman menilai masih ada sejumlah kekurangan yang perlu dibahas bersama. Evaluasi diperlukan agar penyelenggaraan berikutnya berjalan lebih tertata dan mampu memberikan dukungan lebih baik bagi pembinaan atlet.

Perbaikan tidak hanya menyangkut pelaksanaan pertandingan, tetapi juga tata kelola kegiatan dan koordinasi antarpihak. Dengan begitu, Porprov diharapkan memberikan manfaat lebih besar bagi perkembangan olahraga di seluruh Sumatera Barat.

Enam Daerah Ajukan Diri untuk Porprov 2028

Persiapan menuju Porprov XVII Sumbar 2028 mulai bergulir. Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, mengungkapkan enam daerah telah menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah pada pendaftaran gelombang pertama.

Daerah tersebut ialah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Agam, Kota Padang, Kota Payakumbuh, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Pasaman Barat.

Menurut Hamdanus, kesempatan mengajukan diri masih terbuka bagi kabupaten dan kota lainnya. KONI Sumbar akan membawa pembahasan mengenai penyelenggaraan Porprov 2028 ke agenda rapat kerja pada Desember 2026.

Sebelum menentukan format pelaksanaan, KONI Sumbar juga akan berkoordinasi dengan gubernur, wakil gubernur, serta para pemangku kepentingan olahraga.

Pembahasan itu akan mengarah pada dua pilihan, yakni mempertahankan sistem tuan rumah bersama seperti Porprov XVI atau menerapkan pola tuan rumah terbatas.

Hamdanus berharap pengalaman penyelenggaraan tahun ini menjadi bekal untuk menyusun kompetisi yang lebih baik pada 2028. Pembenahan penyelenggaraan diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pembinaan atlet daerah.

KONI Pusat Nilai Tuan Rumah Bersama Layak Jadi Contoh

Baca Juga:  Jelang Porprov, SK Cabor yang Mati Diminta Segera Muskot

Wakil Sekretaris Jenderal KONI Pusat, Edi Lumintang, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Porprov XVI Sumbar yang melibatkan 12 kabupaten dan kota sebagai tuan rumah.

Menurutnya, pembagian lokasi pertandingan ke sejumlah daerah menjadi terobosan yang dapat dipertimbangkan provinsi lain dalam menggelar kompetisi olahraga tingkat daerah.

Edi juga mengingatkan para atlet agar tidak berhenti meningkatkan kemampuan setelah Porprov berakhir. Atlet yang meraih medali perlu mempertahankan performa, sedangkan mereka yang belum mencapai target harus menjadikan hasil pertandingan sebagai bahan evaluasi.

Persiapan menghadapi agenda olahraga berikutnya juga perlu dimulai sejak dini. Pada 2027, atlet akan menghadapi sejumlah kompetisi, termasuk PON Beladiri dan babak kualifikasi PON.

Karena itu, pembinaan berkelanjutan dan latihan yang terarah dibutuhkan agar atlet Sumatera Barat mampu bersaing pada level yang lebih tinggi.

Vasco: Persaingan Harus Mempererat Persaudaraan

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy, menegaskan bahwa Porprov tidak boleh hanya dipandang sebagai ajang perebutan medali. Kompetisi ini juga harus memperkuat hubungan antardaerah dan menjaga persaudaraan masyarakat Sumatera Barat.

Ia menyinggung pertandingan final sepak bola antara Payakumbuh dan Sawahlunto sebagai gambaran persaingan dalam olahraga. Setiap tim berusaha meraih kemenangan, tetapi hasil pertandingan tidak boleh menghilangkan rasa saling menghormati.

“Olahraga ini adalah kegiatan untuk mempererat rasa persaudaraan, bukan malah untuk memecah belah kita semua,” ujarnya.

Vasco mengajak seluruh pihak melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan Porprov XVI. Hasil evaluasi itu diharapkan menjadi dasar untuk menghadirkan Porprov 2028 yang lebih baik dan meriah.

Ia juga berharap kompetisi tingkat provinsi tersebut mampu mendorong peningkatan prestasi atlet Sumatera Barat agar semakin kompetitif di tingkat nasional.

“Walaupun api Porprov ini padam, semangat olahraga tidak akan pernah berhenti di lubuk hati masyarakat Sumatera Barat,” tuturnya.

Rangkaian Porprov XVI Sumbar 2026 ditutup dengan pemadaman api kaldron. Berakhirnya pesta olahraga ini sekaligus menjadi awal bagi daerah dan pengurus olahraga untuk mengevaluasi hasil pertandingan serta mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi berikutnya. (*/drd)