Hukum

Magister Hukum Universitas Dharma Andalas Buka Angkatan Perdana, 31 Mahasiswa Bergabung

4
×

Magister Hukum Universitas Dharma Andalas Buka Angkatan Perdana, 31 Mahasiswa Bergabung

Sebarkan artikel ini

PADANG – Program Magister Hukum Universitas Dharma Andalas memulai perkuliahan angkatan perdana pada awal Oktober 2026 dengan 31 mahasiswa baru. Jumlah tersebut melampaui target awal penerimaan dan menunjukkan minat masyarakat terhadap pendidikan hukum jenjang magister di Sumatera Barat.

Dekan Fakultas Hukum, Sosial, dan Humaniora Universitas Dharma Andalas, Dr. Azmi Fendri, S.H., M.Kn, mengatakan pembukaan program Magister Hukum tidak sekadar menambah pilihan pendidikan tinggi. Program ini juga dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan lembaga terhadap sumber daya manusia bidang hukum yang berkualitas.

“Kami ingin terus meningkatkan kualitas sekaligus kuantitas lulusan hukum yang kompeten, berintegritas, dan mampu menjawab persoalan hukum yang semakin beragam di masyarakat,” ujar Azm, Selasa (13/10/2026).

Dia menjelaskan, program tersebut memiliki tiga sasaran utama. Pertama, melahirkan sumber daya manusia bidang hukum yang unggul dan berdaya saing. Kedua, membangun kemitraan dengan pemerintah dan instansi penegak hukum untuk mendukung perumusan kebijakan, penyelesaian persoalan hukum, serta edukasi hukum kepada masyarakat. Ketiga, mendorong peningkatan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya menuju akreditasi unggul.

Baca Juga:  Pokdar Kamtibmas Kota Padang Dikukuhkan, Wakapolda Minta Jaga Nama Baik Polri di Tengah Masyarakat

Ketua Program Studi Magister Hukum Universitas Dharma Andalas, Engrina Fauzi, mengatakan program ini hadir untuk merespons dinamika sosial, tantangan globalisasi, dan persoalan hukum yang semakin kompleks. Menurutnya, berbagai persoalan baru membutuhkan kajian hukum yang lebih mendalam daripada pemahaman normatif yang diperoleh pada jenjang sarjana.

Engrina menambahkan, program Magister Hukum juga diarahkan untuk menghasilkan peneliti hukum yang andal. Para lulusan diharapkan mampu mengkaji persoalan hukum di masyarakat, termasuk berbagai tantangan yang muncul seiring perkembangan era digital.

Untuk memudahkan mahasiswa menjalani perkuliahan, program ini menerapkan jadwal belajar setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu. Kampus juga menyediakan pilihan perkuliahan daring. Mahasiswa angkatan perdana berasal dari beragam profesi, mulai dari anggota kepolisian, advokat, tenaga medis, hingga jurnalis. Latar belakang tersebut diharapkan memperkaya diskusi akademik melalui pengalaman dan perspektif yang berbeda.

Baca Juga:  Kejaksaan Geledah 3 Lokasi Terkait Suap di PN Jakarta Pusat

Dari sisi akademik, Universitas Dharma Andalas memperkuat kualitas pembelajaran melalui kerja sama strategis dengan Universitas Andalas. Sebagian besar tenaga pengajar program ini berasal dari perguruan tinggi tersebut. Mahasiswa menempuh beban studi sebanyak 56 satuan kredit semester (SKS), meliputi mata kuliah wajib, mata kuliah pilihan, dan penyusunan tesis.

Sebagai angkatan perintis, 31 mahasiswa tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan pengembangan Program Magister Hukum Universitas Dharma Andalas. Kehadiran program ini diharapkan memperkuat pendidikan hukum di Sumatera Barat serta melahirkan lulusan yang profesional, berintegritas, mampu menjawab tantangan hukum, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (Bdr)