Kota Padang

Pemko Padang Bekali 90 Guru BK Cegah Kekerasan terhadap Anak

4
×

Pemko Padang Bekali 90 Guru BK Cegah Kekerasan terhadap Anak

Sebarkan artikel ini
Kepala DP3AP2KB Kota Padang Boby Firman

PADANG – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Padang membekali 90 guru Bimbingan Konseling (BK) dari 45 SMP Negeri dengan manajemen kasus kekerasan terhadap anak. Kegiatan berlangsung di Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Selasa (8/9/2026).

Bimtek ini menjadi langkah Pemko Padang memperkuat kemampuan guru BK dalam mencegah dan menangani kekerasan di lingkungan sekolah. Guru BK didorong mampu mengenali potensi kasus, merespons laporan, serta membangun lingkungan pendidikan yang aman bagi peserta didik.

Kepala DP3AP2KB Kota Padang Boby Firman mengatakan kekerasan terhadap anak masih menjadi persoalan serius. Data UPTD PPA Kota Padang mencatat 61 kasus pada 2025. Hingga pertengahan 2026, jumlahnya telah mencapai 62 kasus.

“Data Kementerian PPPA mencatat 1 dari 2 anak di Indonesia pernah mengalami kekerasan, baik fisik, psikis, maupun verbal. Namun, hanya sedikit yang melaporkan. Pelaku kekerasan sebagian besar justru orang-orang terdekat dan bisa terjadi di keluarga yang terlihat harmonis sekalipun. Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi anak,” ujarnya.

Baca Juga:  Mencegah Tawuran, Pemko Padang Larang Remaja Keluyuran Setelah Tarawih

Boby menilai peran guru BK sangat penting karena anak rentan mengalami kekerasan dari lingkungan terdekat. DP3AP2KB juga menyiapkan kerja sama dengan Dinas Pendidikan melalui MoU penerapan Sekolah Ramah Anak dan Sekolah Siaga Kependudukan. Sekolah dan masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan pengaduan gratis di UPTD PPA Kota Padang.

Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak DP3AP2KB Kota Padang Emilza mengatakan penanganan kekerasan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Guru BK menjadi salah satu unsur penting dalam membangun sistem perlindungan anak di sekolah.

“Penanganan kekerasan terhadap anak tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi dan kolaborasi erat dari seluruh pihak terkait, termasuk guru BK di lingkungan sekolah,” katanya.

Tim Evaluasi Program Unggulan Pemko Padang Marta Suhendra mendorong sekolah membuka kondisi riil yang dihadapi peserta didik. Pendekatan tersebut diperlukan agar pemerintah dan sekolah dapat menyusun langkah penanganan berdasarkan persoalan yang benar-benar terjadi.

Baca Juga:  Subuh Mubarakah di Nanggalo, Maigus Nasir Tekankan Hijrah dan Jaga Generasi Muda

“Kami ingin sharing session ini mengungkap kondisi riil di sekolah. Lebih baik kasus ini terbongkar dan kita selesaikan secara terukur, daripada tersembunyi lalu meledak di kemudian hari,” ujarnya.

Narasumber dari Tim Klewang Polresta Padang Aiptu Defit Rico Dermawan mendorong guru BK mengubah pendekatan kepada siswa. Guru BK tidak cukup menunggu laporan. Mereka perlu aktif membaca perubahan perilaku dan kondisi fisik peserta didik serta melakukan pendekatan secara humanis.

“Kami memotivasi para guru BK agar beralih menjadi sahabat anak. Pendekatan harus dilakukan secara humanis. Jangan mengabaikan sekecil apa pun laporan siswa dan jangan ragu berkoordinasi dengan kepolisian terdekat. Kami dari Tim Klewang siap memberikan pelayanan dan pengawalan terbaik,” tegasnya.

Bimtek tersebut diharapkan memperkuat sinergi pemerintah, sekolah dan masyarakat dalam mencegah kekerasan terhadap anak. Pemko Padang juga mendorong guru BK menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif dan mendukung tumbuh kembang anak. (Bdr)