Sumatera Barat

Gubernur Mahyeldi Raih Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN

4
×

Gubernur Mahyeldi Raih Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN, Rabu (5/8/2026).Ist

JAKARTA – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menerima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) sebagai bentuk pengakuan atas kepemimpinan serta komitmennya dalam membangun tata kelola pemerintahan yang profesional, bersih, dan berorientasi pada pelayanan publik. Penghargaan tersebut diserahkan Rektor IPDN dalam upacara di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Rabu (5/8/2026).

Penganugerahan berlangsung khidmat dan dihadiri seluruh praja, dosen, pelatih, pengasuh IPDN, Ketua IKAPTK Sumbar Martias Wanto, serta jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Sejumlah kepala perangkat daerah turut hadir mendampingi Gubernur dalam kegiatan tersebut.

Mahyeldi menyampaikan penghargaan itu merupakan kehormatan sekaligus amanah bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh aparatur pemerintah, pemerintah kabupaten dan kota, alumni IPDN, serta dukungan masyarakat Sumbar.

“Atas nama pribadi, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan seluruh masyarakat Sumatera Barat, saya menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Dalam Negeri dan IPDN atas penghargaan ini. Penghargaan ini bukan milik pribadi, melainkan hasil kerja keras, integritas, dan kolaborasi seluruh aparatur pemerintah, pemerintah kabupaten dan kota, alumni IPDN, serta masyarakat Sumatera Barat. Karena itu, penghargaan ini saya persembahkan kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi.

Baca Juga:  Mahyeldi Ansharullah: Mahasiswa KKN UNP, Pemimpin Masa Depan Indonesia Emas 2024

Ia menegaskan penghargaan tersebut menjadi pengingat agar pemerintah terus memperkuat birokrasi yang bersih, transparan, akuntabel, profesional, serta berorientasi pada pelayanan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pemerintah bukan diukur dari besarnya anggaran maupun banyaknya program, melainkan kemampuan menghadirkan solusi, memperluas kesempatan, mengurangi kesenjangan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Keberhasilan pemerintah tidak diukur dari banyaknya program atau besarnya anggaran, tetapi dari kemampuan menghadirkan solusi, mengurangi kesenjangan, memperluas kesempatan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Aparatur harus mampu mendengar, melayani, dan menyelesaikan persoalan secara cepat, tepat, dan berkeadilan,” katanya.

Mahyeldi juga berpesan kepada para praja IPDN agar menjaga integritas, menjunjung etika, serta menjadikan jabatan sebagai sarana pengabdian kepada masyarakat. Ia berharap alumni IPDN terus menjadi motor perubahan melalui inovasi, sinergi, dan kolaborasi lintas sektor guna memperkuat birokrasi pemerintahan hingga tingkat nagari.

Sementara itu, Rektor IPDN Halilul Khairi mengatakan Mahyeldi layak menerima Kartika Pamong Praja Madya karena dinilai berhasil menunjukkan kepemimpinan yang mampu meningkatkan pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan di Sumatera Barat.

Baca Juga:  Mahyeldi Sidak SPBU di Tanah Datar dan Solok, Soroti Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi

“Sudah selayaknya IPDN memberikan penghargaan kepada alumni maupun alumni kehormatan yang menunjukkan prestasi luar biasa dalam pengabdian kepada bangsa dan negara. Bapak Gubernur Sumatera Barat merupakan salah satu sosok yang layak menerima penghargaan ini karena berhasil memimpin daerah, meningkatkan pelayanan publik, dan menangani berbagai persoalan, termasuk bencana, dengan baik,” ujar Halilul.

Ia menjelaskan IPDN terus berkomitmen mencetak aparatur pemerintahan yang berintegritas, disiplin, memiliki jiwa kepemimpinan, serta berorientasi pada pelayanan masyarakat. Menurutnya, setiap lulusan dipersiapkan menjadi pamong praja yang mampu memperkuat birokrasi dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah.

“Selama empat tahun pendidikan, para praja dipersiapkan bukan hanya menjadi aparatur sipil negara, tetapi menjadi pamong praja yang memiliki integritas, disiplin, jiwa kepemimpinan, dan semangat melayani masyarakat. Kami berharap para alumni terus mengabdi di daerah masing-masing dan memperkuat birokrasi pemerintahan demi kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (Bdr)