Peristiwa

Wagub Sumbar Tegaskan Komitmen Perluas Sekolah Rakyat untuk Anak Keluarga Miskin

16
×

Wagub Sumbar Tegaskan Komitmen Perluas Sekolah Rakyat untuk Anak Keluarga Miskin

Sebarkan artikel ini
Wagub Sumbar Vasko Ruseimy meninjau pelaksanaan hari pertama kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Dharmasraya, Sabtu (1/8).Ist

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menegaskan komitmennya mengawal pelaksanaan Program Sekolah Rakyat sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Komitmen itu kembali disampaikan Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, usai meninjau hari pertama kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Dharmasraya, Sabtu (1/8/2026).

Vasko menilai pendidikan menjadi cara paling efektif memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Menurutnya, setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik tanpa terhalang kondisi ekonomi keluarga.

“Anak yang berasal dari keluarga prasejahtera itu bukan tidak pintar, mereka hanya belum memiliki kesempatan yang sama. Kemiskinan tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak Sumatera Barat untuk meraih cita-citanya,” ujarnya.

Dia mengatakan, beroperasinya Sekolah Rakyat permanen pertama di Sumbar menjadi langkah penting dalam membuka akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi.

“Alhamdulillah, Sekolah Rakyat pertama di Sumatera Barat sudah mulai beroperasi di Dharmasraya. Ini menjadi awal yang baik, dan kita akan terus mengupayakan agar sekolah serupa dapat hadir di kabupaten dan kota lainnya di Sumatera Barat,” katanya.

Baca Juga:  Udara Panas Ruang Kelas SMAN 1 Bukittinggi Ganggu PBM

Vasko menjelaskan, keberhasilan menghadirkan Sekolah Rakyat di Sumbar lahir dari sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mendukung pelaksanaan Program Strategis Nasional. Upaya itu telah dimulai sejak pertemuan bersama jajaran Kementerian Sosial dan Kementerian Pekerjaan Umum pada 11 November 2025 untuk mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di Sumbar.

Dalam pertemuan tersebut, dia menegaskan pemerintah daerah harus aktif membangun komunikasi, menyiapkan dukungan, serta memenuhi berbagai persyaratan agar program nasional dapat berjalan sesuai target.

“Daerah harus aktif, komunikatif, dan siap bergerak. Semakin cepat kita menyiapkan dukungan dan lahan, semakin cepat pula manfaat program ini dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

Program tersebut kini mulai menunjukkan hasil melalui beroperasinya SRT Dharmasraya sebagai Sekolah Rakyat permanen pertama di Sumbar. Sekolah ini memberikan pendidikan gratis dengan sistem berasrama, lengkap dengan makanan bergizi, akses internet, komputer, pembelajaran berbasis Learning Management System (LMS), serta penguatan literasi digital bagi seluruh peserta didik.

Baca Juga:  Akhirnya Polisi Tetapkan Tersangka atas Penipuan Minyakita

Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial, Wildan Humaidi, mengatakan pemerintah memenuhi seluruh kebutuhan dasar siswa agar mereka dapat fokus belajar dan mengembangkan potensi. Tahun ajaran 2026/2027, SRT Dharmasraya yang berkapasitas 1.000 siswa menampung 390 peserta didik dari berbagai daerah di Sumbar, terdiri atas 268 siswa dari Dharmasraya, 60 siswa dari Kabupaten Solok, 60 siswa dari Kota Padang, serta masing-masing satu siswa dari Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Bukittinggi.

Pemerintah Pusat menargetkan pembangunan 100 Sekolah Rakyat permanen setiap tahun hingga mencapai 500 sekolah pada 2029. Pemprov Sumbar menyatakan siap memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat agar semakin banyak anak-anak di Sumbar memperoleh pendidikan berkualitas tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga. (Bdr)