PADANG – Pemerintah Kota Padang terus memperkuat pembangunan sektor pendidikan melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi, termasuk universitas di luar negeri. Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat menghadiri The 6th Annual International Communication Conference (AICCON) 2026 dan Kongres VIII Asosiasi Program Studi Ilmu Komunikasi (Aspikom) Indonesia di The ZHM Premiere Hotel Padang, Rabu (22/7/2026).
Konferensi yang diselenggarakan Aspikom bekerja sama dengan Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas itu mengusung tema Communication Transformation for Sustainable Communities: Policy, Culture, and Digital Futures. Kegiatan diikuti akademisi, peneliti, dan praktisi komunikasi dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Maigus Nasir menegaskan pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota Padang. Salah satu langkah yang ditempuh ialah memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri.
“Pemko Padang terus memprioritaskan pembangunan sektor pendidikan melalui kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, termasuk universitas di luar negeri,” ujar Maigus Nasir.
Maigus menyebutkan Pemerintah Kota Padang pada tahun ini memberikan beasiswa kepada mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Tahun ini Pemerintah Kota Padang mengirimkan 60 mahasiswa ke China, 16 mahasiswa ke Amerika Serikat, dan 10 mahasiswa ke Malaysia,” ujar Maigus Nasir.
Selain sektor pendidikan, Maigus memaparkan berbagai program strategis Pemko Padang di bidang pariwisata. Program tersebut meliputi pencanangan Padang sebagai Gastronomy City, pengembangan Kota Padang sebagai kota destinasi, serta Program Unggulan Jelajah Padang yang mengintegrasikan kawasan Kota Tua, Pantai Padang, dan Pasar Raya Padang.
“Kami juga berharap acara ini dapat menjadi media penyebarluasan informasi mengenai Kota Padang yang sedang berproses menuju Kota Gastronomy,” ujar Maigus Nasir.
Ketua Aspikom, Anang Sujoko, mengatakan perkembangan teknologi komunikasi harus berjalan seiring dengan pelestarian nilai-nilai lokal dan kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, konferensi tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi akademik sekaligus membahas tantangan komunikasi di era digital. Aspikom juga telah meluncurkan Panduan Kurikulum dan Standar Laboratorium sebagai acuan pengembangan program studi ilmu komunikasi di Indonesia.
“Kita perlu mengadopsi teknologi komunikasi, tetapi jangan melupakan lokalitas dan lingkungan. Saya berharap konferensi ini menjadi ruang untuk mendiskusikan berbagai isu tersebut,” ujar Anang Sujoko.
Ketua Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Andalas, Elva Ronaning Roem, berharap AICCON 2026 mampu memperkuat jejaring akademik, memperkaya pertukaran gagasan, serta melahirkan kolaborasi penelitian yang mendukung transformasi komunikasi menuju masyarakat yang berkelanjutan. “Kami berharap konferensi ini menjadi wadah yang menginspirasi untuk bertukar gagasan, memperkuat jejaring profesional, serta mengembangkan kolaborasi penelitian di masa mendatang,” ujar Elva Ronaning Roem. (Bdr)







