PADANG – Manajemen Basko City Mall menegaskan tidak terlibat dalam penipuan lowongan kerja yang terjadi di pusat perbelanjaan tersebut. Pernyataan resmi disampaikan setelah ratusan pencari kerja melapor ke polisi, Senin (16/6/2025) dini hari.
Kasus ini mencuat setelah sekitar 800 pencari kerja menjadi korban. Mereka dijanjikan pekerjaan di Basko City Mall, lalu diminta menyetor uang sebelum diterima bekerja.
Manajer Basko City Mall, Robi Wiryawan, menegaskan pihaknya tidak pernah memungut biaya dari pelamar. Ia juga menolak penggunaan jasa perekrut dari luar.
“Kami sudah umumkan sejak bulan lalu, baik lewat media sosial, pengumuman resmi maupun selebaran di area mall. Rekrutmen di Basko gratis. Kami tidak pernah pakai perantara,” kata Robi Wiryawan, Senin (16/6/2025).
Ia menekankan proses penerimaan karyawan di lingkungan mall berlangsung transparan dan langsung ditangani pihak manajemen.
Robi menyatakan prihatin atas kejadian tersebut. Ia menegaskan pihaknya siap bekerja sama penuh dengan aparat penegak hukum.
“Kami dukung penyelidikan polisi demi ungkap pelaku penipuan ini. Ini penting untuk menjaga nama baik Basko dan kepentingan masyarakat,” ujar Robi Wiryawan.
Kasus penipuan terbongkar dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Ratusan korban melapor ke Polsek Pauh dan Polresta Padang.
Sebagian besar korban merupakan lulusan baru yang sedang mencari pekerjaan. Mereka tergoda janji kerja cepat tanpa seleksi.
Korban diminta menyetor uang mulai dari Rp600 ribu hingga Rp2 juta. Jika seluruh korban berjumlah 800 orang, total kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Polresta Padang masih menyelidiki laporan yang masuk dan terus mencari pelaku penipuan.
Polisi juga berkoordinasi dengan manajemen Basko City Mall untuk mengungkap pelaku yang mencoreng nama pusat perbelanjaan tersebut. (Bdr)







