Ekonomi

Hari Lahir Pancasila, KAI Resmikan Skybridge BIM untuk Publik

370
×

Hari Lahir Pancasila, KAI Resmikan Skybridge BIM untuk Publik

Sebarkan artikel ini
Skybridge BIM kembali beroperasi, wujudkan integrasi moda dan semangat Pancasila dalam pelayanan publik.

PADANG – PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional II Sumatera Barat bersama PT Angkasa Pura Indonesia mengaktifkan kembali skybridge Bandara Internasional Minangkabau. Fasilitas ini menghubungkan langsung Stasiun KA BIM dengan terminal keberangkatan dan kedatangan bandara.

Pengoperasian ulang bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni. Momentum ini menjadi refleksi nilai sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, yang diwujudkan dalam peningkatan pelayanan publik dan akses transportasi.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab menyebut integrasi ini mencerminkan semangat gotong royong antarlembaga demi kenyamanan penumpang.

“Terhubungnya kembali skybridge antara Stasiun KA BIM dan terminal Bandara Internasional Minangkabau mencerminkan semangat Pancasila yang menginspirasi semangat baru dalam peningkatan pelayanan di Stasiun BIM. Dengan adanya integrasi ini, mobilitas penumpang menjadi semakin mudah, cepat, dan aman. Kami berharap hal ini dapat mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi publik yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” ujar Reza Shahab.

Baca Juga:  Intensitas Hujan Tinggi, Pelanggan Perumda AM Padang Diminta Cadangkan Air

Skybridge sempat tidak beroperasi karena hambatan infrastruktur dan koordinasi. Kini, jalur penghubung kembali aktif dengan penataan fasilitas yang lebih baik.

KAI Divre II Sumbar, PT Angkasa Pura Indonesia Cabang BIM, dan Perum DAMRI memperkuat kerja sama. Kolaborasi difokuskan pada kelancaran transportasi antarmoda dan promosi layanan bersama di lingkungan bandara.

Komitmen KAI tetap pada peningkatan layanan berbasis keselamatan, kenyamanan, dan keberlanjutan. Prinsip tersebut sejalan dengan semangat pembangunan nasional yang adil dan merata.

“Mari kita terus melangkah bersama, memperkuat integrasi antarmoda, dan membangun Indonesia yang lebih baik dengan semangat Pancasila sebagai pijakan utama,” tutup Reza Shahab. (Bdr)