PADANG-Desa Tematik Kampung Adat Rimbo Tarok Pauh IX Kuranji Kota Padang gelar lomba pasambahan adat di bawah payung, 20-22 Januari 2023. Lomba ini melibatkan lebih kurang sekitar 13 grup basurah adat yang ada di Nagari Pauh IX dan Nanggalo.
Kegiatan adat dan budaya ini dibuka Walikota Padang melalui Camat Kuranji Yandra, Jumat malam (20/1/2023).
Kegiatan ini diangkat melalui pokok pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD Kota Padang Zalmadi Ml Basa. Kegiatan ini tak telepas dalam upaya melestarikan nilai nilai adat terutama adat pasambahan di bawah payung. Sebab, pasambahan adat dibawah hanya ada Nagari Pauh IX dan Nanggalo.
“Sehingga adat pasambahan di bawah payuang ini selalu eksis terutama di Pauh IX Kuranji dan Nanggalo,” ucap Zalmadi.
Dikatakan Zalmadi, selain pelestarian juga dalam upaya memotivasi generasi muda mau mewarisi nilai nilai adat salingka nagari. Dan tak menutup kemungkinan bisa melahirkan grup grup pasambahan adat di bawah payung.
“Diharapkan adat kita jangan menjadi tamu di nagari kita sendiri karena ada kalimat prosesi adat melama lamakam penyelenggarkan kematian,”ujar Zalmadi.
Dia menekankan perlu upaya pelestarian rumah gadang kajang Padati, sebagai rumah adat di Kota Padang. Dengan harapan anak kemenakan pada masa mendatang tidak mengetahui bentuk rumah adat di Kota Padang ini. Jangan – jangan rumah gadang ini hanya di masa mendatang anak kemenakan melihat rumah adat yang permanen saja.
Ketua LKAAM Kecamatan Kuranji Hendri Yazid Dt Rajo Diguci mengharapkan, lomba pasambahan adat di bawah payung ini hendaknya dinamakan festival atau lokakarya. “Karena jika dinamakan lomba, disebutkan kurang pas. Maka ke depan perlu ada masukan dari semua kalangan kaum adat di salingka nagari Pauh IX, kok centeng samo kito nilai, kok kurang samo kito tukuk,” ujar Hendri.
Namun, ia tak menjelaskan dengan detail, kenapa kurang pas psambahan adat di bawah payung diperlombakan. Tentu harus ada alasan yang mendasar.
Ketua KAN Pauh IX Kuranji Suardi Dt Rj Bujang mengatakan, lomba pasambahan bawah payung bukan sekadar mencari juara. Akan tetapi bagaimana pelaksanaan psambahan adat di bawah payung sesuai dengan nilai nilai adat salingka nagari Pauh IX. “Sehingga adat salingka di Nagari Pauh IX ini tetap berjalan sesuai yang diharapkan,” ujar Suardi.
Ditambahkan, kemudian prosesi adat jangan mangabaikan syarak, sehingga si duka saat kematian jangan resah.
Kabid Kebudayaan Disdikbud Kota Padang Samdani Mln Sutan mengatakan, kegiatan merupakan sebuah momentum mmabangkik batang tarandam,dalam upaya mewariskan adat dan budaya. “Bahkan, Pemko Padang telah mengeluarkan surat Edaran (SE) ke sekolah sekolah agar keminangkabauan dalam upaya pelestarian adat dan budaya,” ujar Samedi.
Walikota Padang melalui Camat Kuranji Yandra mengapresisi kegiatan lomba psambahan adat di bawah payung ini. Karena, nilai nilai adat seperti penyelenggaraan kematian berupaya pasambahan adat di bawah payung tetap eksis di Kota Padang.
” Sementara, di nagari – nagari di kabupaten – kabupaten nyaris adat sudah bergeser. Bahkan, untuk mencari orang untuk penyelenggaraan kematian kadang kadang langka,” ujar Yandra.
Katanya, sebelumnya lomba yang sama juga pernah dilaksanakan di Kantor KAN Pauh IX dan di Kantor Camat Kuranji. Disebutkan, ada persamaan adat dan budaya di Solok dengan adat salingka nagari Pauh IX. Sebab, secara teritorial Pauh IX langsung berbatasan dengan Solok di bagian Timur. (drd)







