PADANG-Civitas akademika STMIK Indonesia sembelih tiga ekor sapi kurban Idul Adha 1443 H /2022 M.Penyembelihan ketiga hewan kurban tersebut dilaksanakan di Halaman Kampus di Jalan KH Sulaiman Kelurahan Lolong Balanti Kecamatan Padang Utara di Kota Padang.
Pelaksanaan kurban tahun ini merupakan kurban yang kedua kalinya dilaksanakan Civitas Akademika STMIK Indonesia Padang, yang pertama dilaksanakan tahun 2021 lalu. “Jumlah kurban tahun 1443 H/2022 M ini turun jika dibandingkan tahun 1442 H/2021 M lalu, yang berjumlah empat ekor sapi,” ungkap Ketua STMIK Indonesia Padang, Masyhuri Hamidi SE MSi PhD.

Dikatakan Masyhuri, berkurang jumlah hewan yang dikurbankan di STMIK Indonesia Padang ini mungkin masih dipengaruhi dampak pendemi Covid-19. Namun, mudah mudahan tahun depan setelah ekonomi mulai membaik, minat berkurban juga meningkat. Akan tetapi, meskipun jumlah sapi yang dikurbankan turun, tapi semangat berkurban karyawan cukup tinggi.
“Hal itu terbukti, tanpa diperintahkan mereka langsung membentuk kepanitiaan dan dengan nawaitu mereka juga rela gaji mereka dipotong untuk berkurban,” ucap Masyhuri.
Ditambahkan Masyhuri, tahun 2022 ini merupakan Hari Raya Idul Adha yang kedua STMIK Indonesia melaksanakan penyembelihan hewan kurban. Sedangkan, yang pertama pelaksanaan kurban di STMIK Indonesia tahun 2021 lalu. Sedangkan, tahun tahun sebelumnya tidak pernah dilaksanakan penyembelihan kurban di STMIK Indonesia. “Pelaksnaan kurban Idul Adha dilaksnakan di STMIK Indonesia dilakukan sejak saya menjadi Ketua di sini,” ujar Masyhuri.
Masyhuri mengharapkan, pada hari Idul Adha yang akan datang, hendaknya kesadaran keluarga besar STMIK Indonesia semakin tinggi, sehingga jumlah hewan yang dikurbankan meningkat.
//Selangkah Lagi
Proses STMIK Indonesia Padang berubah status menjadi universitas tinggal selangkah lagi. Pasalnya, secara akademis sudah tuntas, namun masih tekendala sedikit masalah administrasi, terkait status lahan. “Dan hal itu bukan kaplingnya permasalahan akademis, tapi kapling yayasan,” ungkap Masyhuri.
Tapi, dirasa hal itu bukan persoalan yang serius, tinggal mengubah status lahan. Jika sudah tuntas maka, STMIK Indonesia Padang akan berubah menjadi Universitas Metamedia.” Di mana nama Universitas Metamedia ini terinspirasi dari Mwtaface,” kata Masyhuri. (drd)







