Sumatera Barat

Mahyeldi: Masjid Makmur Harus Berdampak pada Kesejahteraan Masyarakat

7
×

Mahyeldi: Masjid Makmur Harus Berdampak pada Kesejahteraan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Mahyeldi mendorong pengelolaan masjid secara profesional agar menjadi pusat ibadah, pembinaan umat, dan pemberdayaan masyarakat.

AGAM — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan masjid harus berperan sebagai pusat ibadah, pembinaan umat, dan pemberdayaan masyarakat. Pengelolaan masjid secara profesional dinilai penting agar kemakmuran masjid turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

Mahyeldi menyampaikan hal tersebut saat membuka Training Manajemen Masjid Komprehensif di Aula Kantor Camat IV Koto, Kabupaten Agam, Minggu (25/10/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Peran Training Manajemen Masjid dalam Meningkatkan SDM Pengurus Masjid dan Profesionalisme Pengelolaan Masjid”.

Menurut Mahyeldi, memakmurkan masjid merupakan tanggung jawab bersama umat Islam. Upaya tersebut tidak cukup hanya dengan membangun atau memperindah bangunan, tetapi juga perlu diikuti kegiatan keagamaan, pendidikan, pembinaan umat, dan aktivitas sosial.

Baca Juga:  Dikunjungi Ketua DPRD Sumbar, Kepala SMA Kadukan Kondisi Infrstruktur Sekolah Butuh Perhatian

“Masjid bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga tempat membina umat. Karena itu, kita semua harus bersama-sama memakmurkan masjid,” tegasnya.

Mahyeldi mengibaratkan pengelolaan masjid dengan penyelenggaraan pemerintahan. Keduanya membutuhkan perencanaan, pengorganisasian, dan pengelolaan sumber daya yang baik. Karena itu, pengurus masjid perlu memiliki kemampuan manajerial agar program berjalan terarah dan berkelanjutan.

Ia menekankan bahwa kemakmuran masjid harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Masjid diharapkan menjadi ruang untuk menumbuhkan kepedulian sosial, memperkuat persaudaraan, dan menggerakkan pemberdayaan umat.

“Memakmurkan masjid bukan hanya masjidnya yang makmur, tetapi masyarakat di sekitar masjid juga harus ikut makmur,” ujarnya.

Mahyeldi menjelaskan, kemakmuran masjid tidak hanya diukur dari kemegahan bangunan. Aktivitas keagamaan yang hidup, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan manfaat nyata bagi masyarakat juga menjadi ukuran penting.

Baca Juga:  Gubernur Terima Surat Dirjen Bina Marga, Penetapan Lokasi Proyek KPBU Fly Over Sitinjau Lauik Mulai Diproses

Melalui Training Manajemen Masjid Komprehensif, Mahyeldi berharap kapasitas pengurus masjid semakin meningkat. Pengelolaan masjid yang profesional dan terarah diharapkan mampu menjawab kebutuhan umat serta memperkuat peran masjid dalam membangun masyarakat yang religius, berdaya, dan sejahtera. (Bdr)