Peristiwa

Air Keruh Pekat dan Intake Tertimbun, Perumda AM Padang Berjibaku Pulihkan Pelayanan Air Bersih

196
×

Air Keruh Pekat dan Intake Tertimbun, Perumda AM Padang Berjibaku Pulihkan Pelayanan Air Bersih

Sebarkan artikel ini
Pipa Perumda AM Kota Padang putus akibat banjir di Gunung Nago.Ist

PADANG – Hujan terus menguyur tiada di Kota Padang sampai Jumat (28/11/2025) membuat arus sungai makin deras. Air sungai bewarna kecoklatan bercampur sampah, potongan kayu yang sangat banyak dan bebatuan kembali menghantam intake Perumda Air Minum Kota Padang di Kampung Koto, Kecamatan Nanggalo sejak Kamis malam.

Akses menuju intake juga tergenang air lumpur. Mulut intake kembali tersumbat banyak potongan kayu dan sampah sehingga butuh waktu lagi.untuk menyingkirkannya.

Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang Hendra Pebrizal mengatakan, air sungai Batang Kuranji kembali meluap lebih besar pukul 01.00.

Padahal pengurasan intake baru selesai dilakukan pukul 23.00 Kamis malam. Akibatnya intake kembali tersumbat. Sehingga Jumat pagi pelayanan distribusi air masih lumpuh total.

Baca Juga:  Kebakaran di Kinali, Rumah dan Mobil Hangus

“Mohon maaf kepada pelanggan, upaya yang kita lakukan masih terkendala derasnya arus sungai dan hujan yang tiada henti,” ujarnya saat memantau IPA Kampung Koto Jumat pagi.

Meski begitu alat berat dan petugas tetap standby. Begitu hujan sedikit reda dan air mulai susut langsung dilakukan recovery pada intake.

Hendra Pebrizal menyebut, pengurasan sedimen di intake Kampung Koto bahkan sudah tiga kali dilakukan dengan alat berat tapi karena air sungai dengan lumpur yg sangat pekat datang lagi sehingga tertimbun lagi.

“Hingga saat ini hujan masih berlangsung dan setiap kali hujan berhenti kami langsung berupaya membersihkan semua material yang menumpuk di intake meski setelah itu tertimbun kembali. Kami tak pernah lelah mengulangi pekerjaan tersebut sampai normal kembali. Semoga kami selalu sehat dan pelayanan kepada pelanggan kembali normal,” ucapnya.

Baca Juga:  Tim Kafilah MTQ Uji Wawasan di Cabang Fahmil Qur'an

Humas Perumda AM Padang Adhie Zein menambahkan, saat ini air sungai lebih banyak lumpur dibandingkan air sehingga tak bisa diolah.

“Kemampuan instalasi kami mengolah air dengan tingkat kekeruhan yang sangat tinggi belum bisa. Jika dipaksakan juga akan menyebabkan kerusakan pada infrastuktur yang ada,” ujarnya. (Bdr)