Peristiwa

Safari Ramadan di Pariaman, Sekda Sumbar Apresiasi Rumah Tahfidz

75
×

Safari Ramadan di Pariaman, Sekda Sumbar Apresiasi Rumah Tahfidz

Sebarkan artikel ini
Sekda Sumbar apresiasi rumah tahfidz saat Safari Ramadan di Pariaman.

PARIAMAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menggelar Safari Ramadan 1447 H di Masjid Nurul Islam, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Jumat malam (27/2/2026).

Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi menyampaikan apresiasi atas peran aktif Masjid Nurul Islam dalam mengembangkan pendidikan keagamaan melalui rumah tahfidz.

Ia menilai rumah tahfidz membuktikan masjid berfungsi sebagai pusat ibadah dan pembinaan generasi muda berkarakter berlandaskan nilai Al-Qur’an.

“Saya sangat bangga melihat semangat anak-anak di rumah tahfidz ini. Semoga dari masjid ini lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang beriman dan berakhlak. Amin ya Rabbal Alamin,” ujar Arry.

Pada kesempatan itu, Arry menyerahkan hadiah kepada empat santri yang telah menghafal 30 juz Al-Qur’an yakni Ibrahim, Qonita, Anisa, Ana. Jamaah menyambut momen tersebut dengan haru dan tepuk tangan.

Baca Juga:  Jaksa Mengajar, Jabarkan Tupoksi Kejaksaan Setiap Bidang di SMAN 1 Solsel

Arry juga berinteraksi langsung dengan anak-anak tahfidz. Ia mengajak mereka maju ke depan dan memberikan hadiah bagi yang mampu menjawab pertanyaan.

“Hafalan itu penting, tetapi membaca dengan tartil dan memahami maknanya juga sangat penting. Dengan begitu, Al-Qur’an benar-benar menjadi pedoman hidup,” pesan Arry.

Ketua Pengurus Masjid Nurul Islam Zalman Zaudit menjelaskan rumah tahfidz mulai dibangun sekitar dua tahun lalu dengan peletakan batu pertama oleh Mahyeldi Ansharullah.

Saat ini dua ruang belajar telah dimanfaatkan. Jumlah santri mencapai lebih dari 100 orang. Mereka belajar menghafal Al-Qur’an secara gratis.

Zalman menyebut pengurus masjid dan tokoh masyarakat berkomitmen membentuk anak sebagai pencinta, penghafal, pengamal Al-Qur’an.

Baca Juga:  Upaya Pemerintah Dalam Pemenuhan Status Laki-Laki dan Perempuan di Bukittinggi

“Kami ingin anak-anak ini menjadi generasi pembeda, memiliki dasar agama yang kuat, dan mampu melanjutkan pendidikan hingga ke tingkat yang lebih tinggi,” ujar Zalman.

Ia menambahkan pembangunan dua ruang rumah tahfidz telah menghabiskan anggaran sekitar Rp800 juta dari total rencana Rp2,5 miliar. Pengurus kini melanjutkan pembangunan fasilitas tempat wudu representatif dengan kebutuhan dana sekitar Rp400 juta. Ia mengajak jamaah dan masyarakat berpartisipasi melalui infak dan sedekah.

Safari Ramadan tersebut mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat. Kegiatan ini memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan umat dan generasi Qurani di Sumbar. (Bdr)