PADANG – Perumda Air Minum Kota Padang menjelaskan penyebab gangguan suplai air minum saat hujan deras. Kondisi cuaca ekstrem meningkatkan kekeruhan air baku serta merusak infrastruktur pengolahan.
Hujan lebat membawa tanah, lumpur, pasir, dan sedimen ke sumber air. Kekeruhan air baku meningkat drastis. Instalasi pengolahan membutuhkan waktu lebih lama untuk menstabilkan kualitas air.
Luapan air dan banjir merusak sejumlah infrastruktur. Intake tersumbat sedimen. Pipa transmisi tertimbun atau patah. Pompa terendam dan mengalami kerusakan. Proses perbaikan memerlukan waktu. Pelayanan kepada pelanggan ikut terganggu.
Debit air baku juga tidak stabil saat hujan deras. Volume air dapat meningkat drastis. Sistem intake tidak mampu mengontrol aliran secara optimal. Saat banjir bandang terjadi, air mengalir sangat deras dan kotor sehingga tidak dapat diolah.
Longsor di daerah hulu turut memicu gangguan. Material longsor menutup aliran sungai dan merusak pipa transmisi. Pasokan air ke pelanggan dapat terhenti hingga berhari-hari.
Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menyatakan pihaknya tetap menjaga mutu dan kualitas air selama musim hujan.
“Kami akan tetap terus memantau tingkat kekeruhan, kualitas bahan baku, dan proses desinfeksi. Hal ini agar air yang disuplai ke masyarakat tetap higienis dan aman,” ujar Adhie Zein, Selasa (17/2/2026).
Ia menegaskan masyarakat terutama yang tinggal di sekitar sumber air memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran aliran.
“Dengan upaya ini, produksi air akan tetap berjalan, suplai air kepada masyarakat pun tidak terganggu,” pungkas Adhie Zein. (Bdr)







