Kota Padang

Kota Padang Jadi Lokasi Perdana Gerakan 1 Juta Pohon Sumbar

70
×

Kota Padang Jadi Lokasi Perdana Gerakan 1 Juta Pohon Sumbar

Sebarkan artikel ini
Kota Padang menjadi lokasi perdana Gerakan 1 Juta Pohon sebagai langkah mitigasi bencana lingkungan.

PADANG – Kota Padang ditetapkan sebagai lokasi perdana Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon di Sumatera Barat yang digagas Komunitas Rumah Aktivis Sejahtera sebagai upaya mitigasi bencana berbasis lingkungan.

Penetapan tersebut mengemuka dalam pertemuan Wali Kota Padang Fadly Amran dengan jajaran Komunitas Rumah Aktivis Sejahtera di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (7/1/2026).

Fadly Amran menyampaikan bahwa banjir yang melanda Kota Padang tidak hanya dipicu curah hujan, tetapi juga dipengaruhi kerusakan struktur tanah, patahan, serta gejala likuifaksi. Kondisi tersebut menuntut langkah pencegahan jangka panjang melalui pemulihan lingkungan.

“Penanaman pohon merupakan investasi lingkungan jangka panjang. Kita mendukung penuh Program 1 Juta Pohon agar kolaborasi ini berjalan berkelanjutan demi menjaga Kota Padang dan daerah sekitarnya dari bencana di masa depan,” ujar Fadly Amran.

Baca Juga:  Bangun Kota Padang, Wako Fadly Amran mintak Dukungan Media

Sementara itu, Febri Yandi Putra menyampaikan bahwa pada peluncuran perdana di Kota Padang pihaknya menargetkan penanaman 2.000 pohon. Total penanaman ditargetkan mencapai 10.000 pohon di seluruh wilayah kota.

“Jenis tanaman meliputi pohon buah, tanaman hutan, tanaman produktif, serta tanaman rekomendasi seperti vetiver dan bambu yang efektif memperkuat lereng serta mengendalikan erosi,” ujar Febri Yandi Putra.

Febri Yandi Putra menjelaskan, pelaksanaan penanaman pohon dijadwalkan berlangsung pada akhir Januari 2026. Untuk Kota Padang, lokasi penanaman difokuskan pada empat Daerah Aliran Sungai.

“Kegiatan penanaman difokuskan di DAS Batang Kuranji, Air Dingin, Batang Kandis, dan DAS Batu Busuk sebagai langkah menjaga keseimbangan ekosistem sungai,” ujar Febri Yandi Putra.

Baca Juga:  Hibah Sekretariat KAN, Syafrial Kani Sebut Tak Elok Ninik Mamak Bolak - balik Ngurusnya

Ia menegaskan bahwa gerakan tersebut tidak hanya bertujuan pemulihan pascabencana, tetapi juga pencegahan bencana ekologis dalam jangka panjang.

“Gerakan ini menjadi upaya menjaga lingkungan agar bencana ekologis tidak terulang dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang,” kata Febri Yandi Putra. (Bdr)