PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat merilis data terbaru dampak bencana banjir dan longsor yang melanda 16 kabupaten dan kota di Sumbar. Skala kerusakan meningkat dan jumlah warga terdampak terus bertambah.
Data yang dihimpun menunjukkan 50 kecamatan mengalami dampak langsung. Jumlah penduduk terdampak mencapai 140.935 jiwa. Sebanyak 133.182 jiwa terpaksa mengungsi karena rumah mereka rusak atau tidak lagi layak huni.
“Data terakhirnya sudah 193 tercatat meninggal,”sebut Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi, Selasa (2/12).
Korban meninggal tercatat 193 jiwa. Dari jumlah itu, 161 sudah teridentifikasi sementara 32 masih dalam proses identifikasi. Korban hilang berjumlah 119 orang dan korban luka mencapai 112 orang.
Taksiran kerugian sementara akibat bencana ini mencapai Rp1,07 triliun. Nilai tersebut diperkirakan bertambah seiring pendataan lanjutan.
Kerusakan rumah warga juga cukup besar. Data menunjukkan 796 unit rumah dalam kondisi rusak ringan, 733 unit rusak sedang, dan 885 unit rusak berat.
Bencana ini turut mengganggu fasilitas pelayanan dasar. Tercatat 86 rumah ibadah, 13 fasilitas kesehatan, 16 kantor layanan publik, dan 110 sekolah mengalami kerusakan.
Dampak pada sektor sosial ekonomi cukup signifikan. Lahan produktif ikut terdampak, terdiri dari 3.678 hektare sawah, 3.146 hektare lahan, 199 hektare kebun, dan 10.483 hektare kolam warga.
Kerusakan prasarana vital juga meluas. Tujuh ruas jalan rusak dan 121 jembatan terputus sehingga memutus akses transportasi di beberapa wilayah.
“Pemerintah terus melakukan pendataan dan percepatan pemulihan di seluruh daerah terdampak agar pelayanan dasar kembali berjalan dan aktivitas warga pulih,” ujar Arry Yuswandi. (Bdr)







