Sumatera Barat

Wagub Sumbar Vasko Dorong Pertanian Modern PM-AAS untuk Perkuat Ketahanan Pangan Sumbar

6
×

Wagub Sumbar Vasko Dorong Pertanian Modern PM-AAS untuk Perkuat Ketahanan Pangan Sumbar

Sebarkan artikel ini
Wagub Sumbar Vasko Ruseimy saat hadiri penanaman perdana benih padi dengan pola Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di lahan Kelompok Tani Rawang Sari, Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sabtu (25/7).ist

SOLOK – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mulai menerapkan pola Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) sebagai langkah mempercepat transformasi sektor pertanian menuju sistem budidaya yang lebih modern, efisien, dan berbasis teknologi. Program tersebut ditandai dengan penanaman perdana benih padi di lahan Kelompok Tani Rawang Sari, Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sabtu (25/7/2026).

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, mengatakan modernisasi pertanian menjadi langkah penting untuk menjawab tantangan sektor pertanian di tengah semakin terbatasnya lahan sawah dan meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat.

“Ini kegiatan yang bagus sekali untuk mendukung program pemerintah,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan produksi pangan tidak lagi dapat mengandalkan perluasan lahan pertanian. Pemerintah mendorong inovasi dan pemanfaatan teknologi agar produktivitas setiap hektare lahan terus meningkat.

Vasko menilai penerapan pertanian modern harus diikuti pendampingan berkelanjutan kepada petani. Langkah tersebut diperlukan agar inovasi yang diperkenalkan tidak berhenti pada tahap demonstrasi, tetapi benar-benar diterapkan di lapangan.

Baca Juga:  Gubernur Mahyeldi Imbau Kader PKK Terus Sukseskan Program Pokok

“Kita ingin teknologi ini benar-benar diterapkan oleh petani sehingga produktivitas meningkat dan kesejahteraan mereka ikut terangkat,” katanya.

Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumatera Barat, Afniwirman, menjelaskan PM-AAS merupakan program pertanian modern yang digagas Menteri Pertanian untuk meningkatkan produktivitas lahan melalui mekanisasi, budidaya modern, dan sistem tanam benih yang lebih presisi.

Menurutnya, sistem PM-AAS berbeda dengan pola konvensional karena benih ditanam langsung menggunakan alat tanam khusus tanpa melalui persemaian. Metode tersebut membuat proses tanam lebih cepat, lebih efisien, mengurangi kebutuhan tenaga kerja, serta mengoptimalkan populasi tanaman.

“Dengan sistem ini produktivitas ditargetkan mencapai sekitar 10 hingga 12 ton gabah per hektare. Kalau luas lahan sawah semakin terbatas, maka yang harus kita lakukan adalah meningkatkan produktivitas dari setiap hektare lahan yang ada,” ujarnya.

Baca Juga:  Pengukuhan Wadankodaeral II Oleh Dankodaeral II Bersamaan dengan Sertijab Aslog, Danlanal Sibolga, Danlanal Bengkulu dan Ka Akun 

Afniwirman mengatakan penanaman di Nagari Salayo menjadi penerapan perdana PM-AAS di Sumatera Barat setelah sebelumnya masih berada pada tahap uji coba. “Hari ini merupakan penanaman pertama PM-AAS di Sumatera Barat. Sebelumnya baru tahap uji coba,” katanya.

Pemprov Sumbar akan mengoptimalkan peran penyuluh pertanian untuk mempercepat penerapan PM-AAS di lapangan. Dengan jumlah penyuluh yang mencapai lebih dari seribu orang, program tersebut diperkirakan mampu menjangkau sekitar 50 ribu hektare lahan pertanian. Keberhasilan penerapan PM-AAS di Kabupaten Solok diharapkan menjadi model pengembangan pertanian modern di berbagai sentra produksi padi di Sumatera Barat guna meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mendukung target swasembada pangan nasional. (Bdr)