Peristiwa

Bertambah, Korban Bencana Sumbar jadi 129 Meninggal dan 86 Hilang

163
×

Bertambah, Korban Bencana Sumbar jadi 129 Meninggal dan 86 Hilang

Sebarkan artikel ini
Data dampak bencana BPBD Sumbar. Ist

PADANG — Data korban bencana hidrometeorologi di Sumbar menunjukkan peningkatan signifikan. Pemprov Sumbar melalui Pusdalops BPBD mencatat 129 warga meninggal dan 86 hilang hingga Minggu pagi (30/11/2025).

Sekda Sumbar, Arry Yuswandi menyebut data dihimpun dari laporan resmi kabupaten dan kota terdampak. Ia menyatakan terjadi lonjakan korban di Kota Padang Panjang.

“Perubahan jumlah korban paling signifikan di Kota Padang Panjang. Laporan sebelumnya hanya tujuh meninggal dan tidak ada hilang. Sekarang jumlah korban meninggal bertambah menjadi 21 orang dan 32 hilang,” ungkap Arry Yuswandi.

Ia memastikan pembaruan data berlangsung berkelanjutan. Dengan masuknya laporan terbaru dari seluruh daerah, jumlah korban meningkat menjadi 129 meninggal dan 86 hilang.

Baca Juga:  Diduga KRI Kurau 856 Unsur Satrol Lantamal II Temukan Puing Pesawat Sriwijaya Air 

Arry menjelaskan dari 16 daerah terdampak, delapan daerah melaporkan nihil korban jiwa. Delapan daerah lain melaporkan korban meninggal maupun hilang. Kabupaten Agam mencatat jumlah tertinggi.

Rincian korban tercatat Kabupaten Agam 87 meninggal dan 76 hilang. Kota Padang Panjang 21 meninggal dan 32 hilang. Kota Padang 10 meninggal. Kabupaten Tanah Datar dua meninggal dan satu hilang.

Korban lain tersebar di Pasaman Barat satu meninggal dan enam hilang, Padang Pariaman tujuh meninggal dan dua hilang, Kota Solok satu meninggal, serta Pesisir Selatan satu hilang.

Daerah dengan nihil korban tercatat Kota Pariaman, Bukittinggi, Pasaman, Payakumbuh, Kepulauan Mentawai, Limapuluh Kota, Solok Selatan, serta Kabupaten Solok.

Baca Juga:  Musrenbang KPGD Bawa Sejumlah Prioritas Pembangunan Untuk Kecamatan

“Hingga saat ini jumlah korban terbanyak ada di Kabupaten Agam dengan 87 meninggal dan 76 masih dalam pencarian,” jelas Arry.

Ia menegaskan perkembangan data korban, kerusakan, serta kebutuhan penanganan darurat terus diperbarui oleh Posko Terpadu Penanganan Bencana Sumbar. (Bdr)