PADANG — Situasi darurat berlangsung di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Agam, setelah banjir bandang dan longsor menutup seluruh akses darat. Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy meninjau salah satu titik terdampak paling parah menggunakan helikopter pada Sabtu (29/11/2025).
Vasko datang bersama Kapolda Sumbar Irjen Gatot Tri Suryanta, Bupati Agam Benni Warlis, TNI, Polri, dan tim SAR gabungan. Rombongan fokus pada percepatan evakuasi, pembukaan akses, serta pemenuhan logistik.
“Situasinya sangat berat. Nagari ini terisolasi total. Warga, relawan, dan petugas bekerja dalam keterbatasan, tapi kita tidak akan menghentikan pencarian sampai semua warga ditemukan,” ujar Vasko Ruseimy.
Di lokasi, belasan jenazah disemayamkan sementara di halaman masjid. Dua jenazah diterbangkan ke RS Bhayangkara Padang untuk identifikasi.
Vasko menegaskan prioritas pembukaan akses darat agar bantuan tiba lebih cepat. Seluruh proses pencarian bergantung pada kondisi cuaca.
“Ini duka mendalam bagi Sumbar. Pemerintah hadir, dan semua sumber daya kita kerahkan untuk memastikan setiap keluarga mendapatkan kepastian,” kata Vasko.
Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Sumbar Era Sukma Munaf menyampaikan perkembangan data terbaru korban dan kerusakan.
Hingga Sabtu malam (29/11), jumlah korban meninggal tercatat 98 orang. Sebanyak 93 warga masih hilang. Tujuh belas warga mengalami luka-luka.
Era menjelaskan total warga terdampak mencapai 79.536 orang. Kerusakan rumah meliputi 1.010 unit rusak ringan, 556 unit rusak sedang, dan 232 unit rusak berat.
“Jumlah pengungsi telah mencapai 79.410 orang. Mereka tersebar di sejumlah titik pengungsian yang ada di masing-masing wilayah terdampak,” ungkap Era Sukma. (bdr)







