PADANG – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, membuka seleksi calon kafilah Sumbar untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah, yang dijadwalkan berlangsung pada 11–20 September 2026.
Kegiatan seleksi digelar di Hotel Pangeran City, Selasa (28/4/2026). Pemerintah daerah menargetkan terbentuknya kafilah yang unggul secara kemampuan sekaligus berakhlak baik.
Dalam arahannya, Mahyeldi menekankan pentingnya keseimbangan antara kemampuan teknis dan nilai spiritual peserta. Ia menyebut kecintaan terhadap Al-Qur’an menjadi fondasi utama dalam meraih prestasi.
“Kita berharap prestasi kafilah Sumatera Barat tahun ini lebih baik dari sebelumnya. Peningkatan itu tidak hanya dari sisi kemampuan membaca, tetapi juga dari akhlak dan kecintaan terhadap Al-Qur’an,” katanya.
Menurutnya, kehadiran dewan juri tingkat nasional dalam proses seleksi akan memperkuat objektivitas penilaian. Dengan mekanisme tersebut, peserta terbaik diyakini dapat terjaring secara profesional.
“Dengan seleksi yang objektif dan berkualitas, kita optimistis dapat menyiapkan kafilah yang mampu bersaing di tingkat nasional,” katanya.
Pada kesempatan itu, Mahyeldi juga menyerahkan Surat Keputusan Gubernur kepada Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, terkait penetapan Kabupaten Pesisir Selatan sebagai tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Sumbar ke-42 tahun 2027.
Selain itu, pemerintah provinsi memberikan apresiasi kepada kafilah yang meraih prestasi pada MTQ Nasional 2024 dan STQ Nasional 2025 sebagai bentuk motivasi peningkatan capaian ke depan.
Sementara itu, Ketua Harian LPTQ Provinsi Sumbar, Ikhwan Matondang, menjelaskan seleksi ini menjadi tahapan awal dalam menyiapkan kafilah terbaik.
Disampaikannya, proses seleksi berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis (28–30/4/2026), dengan diikuti 163 peserta yang telah memenuhi syarat ketat.
Peserta berasal dari peringkat enam besar MTQ Nasional ke-30, STQ Nasional 2025, juara MTQ Sumbar ke-41 di Bukittinggi, serta juara nasional PTQ RRI/TVRI tahun 2026.
“Panitia akan menetapkan 57 peserta terbaik untuk mengikuti 28 cabang dan golongan pada MTQ Nasional di Semarang,” katanya.
Ia menambahkan, dewan hakim berasal dari tingkat nasional melalui koordinasi dengan LPTQ Pusat untuk memastikan proses seleksi berjalan objektif dan profesional.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumbar, Edi Dharma, menegaskan seleksi ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan kafilah secara menyeluruh.
Menurutnya, peserta akan diuji kemampuan sesuai cabang lomba dengan sistem penilaian transparan dan terukur.
“Kami berharap melalui seleksi dan pembinaan berkelanjutan, peserta tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga matang secara mental dan spiritual,” katanya. (Bdr)







