PADANG — Akses layanan keuangan di wilayah terpencil Nagari Padang Sibusuak Kecamatan Kupitan Kabupaten Sijunjung meningkat setelah hadirnya Agen BRILink. Warga yang sebelumnya kesulitan mengakses perbankan kini menikmati layanan yang setara dengan kantor bank.
Azneldi warga Jorong Padang Sibusuak merasa hidupnya berubah setelah agen BRILink hadir di kampung itu. Ia mengaku dulu tidak pernah membayangkan memiliki rekening bank karena tinggal jauh dari pusat layanan.
“Dulunya saya pikir memiliki rekening bank hanya bisa dilakukan oleh orang kota. Dengan kehadiran Agen BRILink yang dekat dari rumah, kita bisa menabung atau menarik uang,” ujar Azneldi.
Desrison warga lainnya merasakan hal serupa. Dulu ia harus menempuh perjalanan jauh untuk menarik uang atau transfer pembelian barang untuk kebutuhan bengkel yang dikelolanya. Kini transaksi bisa dilakukan dalam hitungan menit di warung terdekat.
Kehadiran BRILink juga membantu Efrizal. Ia mengaku bisa mengirim uang untuk anaknya di Lampung dalam waktu singkat karena agen berada hanya beberapa langkah dari rumah.
Layanan Agen BRILink mencakup pembukaan rekening tabungan BSA, setor tunai, tarik tunai, pembayaran angsuran, transfer, hingga reveral kredit. Semua tersedia secara real time.
Masyarakat pedesaan selama ini terkendala jarak, infrastruktur, biaya tinggi, dan minim literasi keuangan. Survei SNLIK 2024 yang dirilis OJK mencatat tingkat inklusi keuangan wilayah pedesaan baru 70,13 persen.
Program Laku Pandai membuka akses layanan bagi masyarakat yang belum tersentuh perbankan. BRI terus memperluas jangkauan Agen BRILink untuk memperkuat inklusi keuangan secara nasional.
Langkah BRI sejalan dengan POJK Nomor 76 Tahun 2016 tentang peningkatan literasi dan inklusi keuangan. BRI juga mendukung Asta Cita dalam pemerataan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja berkualitas.
Agen BRILink berperan melalui skema kerja sama dengan nasabah sebagai agen layanan. Sistemnya real time online dengan konsep sharing fee.
Asrianto atau Pak Malin pemilik Kedai Ratu menjadi salah satu agen yang aktif melayani masyarakat. Ia sudah lebih dari sepuluh tahun menjadi agen dan menjadi solusi bagi petani serta warga kampung.
Dulu ia bisa mencatat 40 sampai 50 transaksi sehari dengan nilai sampai Rp500 juta. Kini transaksi menurun menjadi belasan transaksi dengan nominal menyesuaikan kondisi warga.
Ia mengaku diajak menjadi Agen BRILink oleh Kepala Unit BRI Padang Sibusuak. Setelah menyiapkan dokumen dan deposit Rp3 juta, ia menerima mesin EDC untuk operasional.
Setiap hari ia menyediakan deposit sekitar Rp40 juta sampai Rp50 juta untuk kebutuhan transaksi pelanggan. Ia menyebut banyak langganan tetap yang rutin transfer dan tarik tunai.
Asrianto juga mendapatkan penghasilan dari sharing fee BRI dan biaya layanan pelanggan. Ia tidak pernah mematok tarif layanan dan tetap membantu warga apa pun kondisinya.
“Berapa pun yang diberi pelanggan saya terima. Ada juga yang transfer setiap hari tanpa memberikan uang lebih, tetap saya bantu. Kalau rezeki itu tetap ada,” sebut Asrianto.
Ia menyebut menjadi agen memberikan banyak manfaat. Warga terbantu dan ia tetap bisa menjalankan usahanya sambil menerima penghasilan tambahan.
BRI Region 3 Padang mencatat 31,291 juta transaksi agen BRILink dengan nilai Rp46,136 triliun hingga November 2025. Jumlah agen lebih dari 38 ribu yang tersebar di 19 kabupaten dan kota di Sumbar.
“Total 38.806 Agen BRILink, terbanyak di BO Khatib Sulaiman Padang 6.480 agen,” ujar Riza Pahlevi.
Keberadaan agen memperkuat literasi keuangan masyarakat dan mendorong dana murah CASA. Pembukaan rekening baru mencapai 4.177 dengan penghimpunan CASA Rp576,900 miliar per November 2025.
Riza mengatakan proses menjadi Agen BRILink cukup mudah. Calon agen menyiapkan fotokopi KTP, bukti rekening BRI, legalitas usaha, serta formulir pengajuan kerja sama.
Dokumen yang sudah lengkap diserahkan ke unit kerja BRI terdekat untuk verifikasi dan persetujuan. (Bdr)







