Pendidikan

UNP Latih Guru TK Sawahlunto Ciptakan Media 3R Ramah Lingkungan

414
×

UNP Latih Guru TK Sawahlunto Ciptakan Media 3R Ramah Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Guru TK Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, mengikuti pelatihan pengembangan media pembelajaran berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan deep learning. Kegiatan ini digelar Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Program Multidisiplin Kemitraan Masyarakat (PMKM) pada 20 Agustus 2025.

PADANG – Guru TK Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, mengikuti pelatihan pengembangan media pembelajaran berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan deep learning. Kegiatan ini digelar Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Program Multidisiplin Kemitraan Masyarakat (PMKM) pada 20 Agustus 2025.

Kegiatan dibuka perwakilan Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto dan Ketua KKG TK Kecamatan Talawi. Sebanyak 20 guru dari 14 sekolah hadir dalam pelatihan. Peserta mendapatkan materi terkait pendekatan pembelajaran deep learning, isu lingkungan, pemanfaatan bahan daur ulang, dan strategi pengembangan media kreatif.

Workshop praktis menghasilkan berbagai media dari bahan bekas. Guru membuat kertas daur ulang dari sisa fotokopi dan buku bekas yang direndam lalu dicetak kembali. Guru juga menciptakan alat musik marakas dari botol plastik berisi biji kering untuk melatih ritme anak. Selain itu dibuat maket eksperimen gunung meletus dari botol plastik dan kardus, serta maket pemandangan alam menyerupai gunung, pepohonan, sungai, rumah, sekolah, dan bangunan bersejarah.

Baca Juga:  Bentuk Karakter Kemandirian Siswa, MTsN 1 Padang Giatkan Ekskul Pramuka

Media tersebut digunakan untuk mengajarkan sains, menanamkan rasa syukur, serta mengenalkan anak pada lingkungan. Nilai ekologi Islam juga ditekankan, yakni menjaga alam sebagai amanah dan ibadah. Anak diharapkan mencintai lingkungan sejak dini dan menyadari pentingnya peran manusia sebagai khalifah di bumi.

Tim UNP mendorong guru mengembangkan media itu di sekolah masing-masing. Mereka juga mendapat edukasi mengenai konsep green economy dengan memanfaatkan kreativitas untuk menghasilkan media yang bernilai edukatif dan ekonomis.

Kegiatan diharapkan memotivasi guru terus berinovasi, mengintegrasikan isu lingkungan dalam pembelajaran, dan membangun budaya wirausaha berbasis green economy. Program ini mendukung tujuan SDGs, khususnya pendidikan berkualitas, konsumsi dan produksi bertanggung jawab, serta aksi iklim.

Baca Juga:  Mahyeldi dan Audy menjadi Tokoh Inspiratif Penyiaran dari KPID Sumbar

Guru peserta menyampaikan antusiasme mengikuti kegiatan. Mereka merasa mendapat inspirasi baru untuk mengolah bahan bekas menjadi media pembelajaran kreatif. (bdr)