PADANG — PT Semen Padang mengajak seluruh Koperasi Kelurahan Merah Putih se-Kota Padang mengembangkan dua program berbasis ekonomi hijau. Perusahaan memperkenalkan budidaya maggot untuk pengolahan sampah organik dan pohon kaliandra sebagai energi terbarukan.
Kedua program dikenalkan dalam talk show bertema “Penguatan Koperasi melalui Inovasi Hijau” di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Kamis (17/7/2025). Kegiatan itu juga menjadi peluncuran resmi koperasi Merah Putih di 104 kelurahan se-Kota Padang.
Unit Komunikasi dan Kesekretariatan PT Semen Padang, Ilham Akbar, menyampaikan perusahaan tengah mengembangkan sumber energi alternatif. Kaliandra dipilih karena memiliki nilai kalor tinggi dan bisa menggantikan sebagian batubara pada proses produksi semen.
“Kayunya bisa dijadikan bahan bakar, daunnya untuk pakan ternak seperti kambing dan sapi. Ini usaha berkelanjutan yang bisa dikelola koperasi dari hulu ke hilir. Kami siap menjadi pembeli hasilnya,” kata Ilham.
Ia juga menjelaskan potensi ekonomi budidaya maggot atau larva lalat BSF. Maggot mampu mengurai limbah organik dan menghasilkan protein tinggi untuk pakan ikan.
“Kami sudah menguji coba maggot sebagai pakan ikan nila bersama Resti Rahayu dari Universitas Andalas. Hasilnya menjanjikan, baik dari sisi pengurangan sampah maupun dukungan terhadap ketahanan pangan,” ujar Ilham.
Ia menambahkan, sampah anorganik seperti plastik dan tekstil juga bernilai ekonomi. Bahan tersebut bisa diolah menjadi Refuse-Derived Fuel (RDF) sebagai alternatif batubara untuk pabrik semen.
“Itu prinsip sirkular ekonomi. Sampah yang dulu jadi masalah, kini bisa jadi energi dan nilai tambah. Kami berharap koperasi melihat ini sebagai peluang bisnis,” jelas Ilham.
Wali Kota Padang Fadly Amran mengapresiasi langkah PT Semen Padang dalam memperkuat koperasi berbasis pemberdayaan masyarakat.
“Kami mendukung penuh. Koperasi Merah Putih komitmen membangun ekonomi dari akar rumput. Camat dan lurah wajib aktif membina koperasi ini,” tegas Fadly.
Fadly menekankan pentingnya tata kelola koperasi secara profesional dan akuntabel. “Koperasi harus dikelola serius. Kami akan beri penghargaan bagi koperasi sehat dan tumbuh,” kata Fadly.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang, Fauzan Ibnovi, menyebut program tersebut peluang emas. “Prospeknya nyata. Apalagi ada jaminan pembelian hasil. Sinergi ini harus diperkuat,” ucap Fauzan.
Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih Pampangan Nan XX, Elga Maidison, menyambut baik inisiatif itu. “Kami sudah tertarik budidaya maggot sejak awal. Ini bisa sinergi dengan program bank sampah kami,” ujar Elga.
Pemko Padang juga menyerahkan penghargaan pada koperasi berprestasi dalam peringatan Harkopnas. Koperasi Konsumen Keluarga Besar Semen Padang (KKSP) meraih Juara I Kategori Koperasi Konsumen.
Juara II diraih KPRI Fakultas Ekonomi Unand, Juara III diraih KPRI RSUD Dr. Rasidin Padang. Pada kategori Simpan Pinjam, Juara I diraih Koperasi Adipura Padang. Koperasi Karyawan RS Yos Sudarso meraih Juara II dan KPRI SMPN 21 Padang meraih Juara III. (Bdr)







