BudayaOlahraga

Festival Sipakrago Piala Evi Yandri Rj Budiman IV Ditabuh Wagub Sumbar

437
×

Festival Sipakrago Piala Evi Yandri Rj Budiman IV Ditabuh Wagub Sumbar

Sebarkan artikel ini
filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Night; cct_value: 0; AI_Scene: (0, -1); aec_lux: 0.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

PADANG-Festival Sipakrago se Sumbar 2025 bertajuk Piala Bergilir Evi Yandri Rj Budiman IV ditabuh Wagub Sumbar Vasco Ruseymi St Nagari Sati di Sungai Bangek Balai Gadang Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Jumat malam (11/7/2025). Festival ini melibatkan 35 tim sipakrago, yang berasal dari Kota Padang dan Kabupaten Padangpariaman.

“Komitmen kami sebagai Wagub Sumbar bagaimana melestarikan nilai budaya dan adat Minangkabau, seperti sipakrago dan pencak silat,” ujar Vasco Ruseymi St Nagari Sati.

Evi Yandri serahkan bantuan pakaian silat

Dikatakan Vasco, kalau di daerah daerah lain generasi mudanya bangga dengan menyerap budaya yang datang dari luar, tapi tidak dengan anak nagari di Minangkabau tetap komit melestarikan permainan anak nagari yang merupakan warisan dari budaya dan adat Minangkabau.

Vasco menekankan, pemerintah daerah kembali melestarikan nilai nilai budaya, seperti rumah bagonjong, jangan sampai generasi kehilangan peninggalan leluhurnya di masa lalu. Kemudian, diharapkan kepanitiaan OPD terkait Disbud untuk lebih banyak melakukan penggalian nilai nilai Budaya Minangkabau untuk dikembangkan, diberdayakan dan dilestarikan. “Sehingga generasi muda Ranahminang tidak kehilangan jati diri dan bisa memperkuat karakter generasi muda Sumbar ke depang,” ujar Vasco.

Baca Juga:  Anggota DPRD Sumbar Evi Yandri Gelar Kejuaraan Sepakbola KU 10 Tahun

Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman mengatakan, sipakrago merupakan permainan tradisi anak nagari, yang merupakan bagian untuk mengelabui penjajah di era kolonial Belanda. “Di depan penjajah seakan memainkan permainan hanya bermain bola anyaman rotan, kemudian ketika penjajah tak ada, maka anak muda belajar bela diri,” ujar Evi Yandri.

Dikatakan Evi Yandri, Sipakrago merupakan permainan yang mencerminkan kebersamaan dan kekompakan pemain. Jika bola tidak melambung dengan baik, maka lawan mainnya berupaya agar bola naik melambung dengrn bagus. Di antara peserta pemain sipakrago berusaha dengan kompak agar mainan bolanya bagus.

Sehingga, bertolak belakang dengan cabang olahraga (Cabor) sepaktakraw yang merupakan olahraga prestasi, yang tujuannya bagaimana mengalahkan lawan mainnya. Dengan berbagai strategi untuk menjatuhkan lawan untuk mencapai tujuan kemenangan.

Baca Juga:  Bundo Kanduang KAN Pauh IX Gelar Pelestarian Manyerak Bareh Kuniang Marapulai

Kata Evi Yandri, walaupun permainan tradisi anak nagari sudah ada sejak zaman kolonial Belanda dulu, tapi sayang olahraga ini hanya ditemui di kawasan Kota Padang dan Kabupaten Padangpariaman saja. “Tapi permainan Sipakrago ini tidak ditemui di 17 kabupaten dan kota yang ada di Sumbar,” ujar Evi Yandri.

Sekretaris Dinas Kebudayaan (Disbud)) Sumbar Yahya Wahidin mengapresiasi, kegiatan festival Sipakrago yang merupakan warisan leluhur dan budaya Minangkabau ini.” Terutama dalam upaya pelestarian nilai-nilai budaya seperti permainan Sipakrago ini, yang diikuti 35 tim dari Kota Padang dan Kabupaten Padangpariaman, yang dihelat di Sungai Angek. Balai Gadang Koto Tangah Kota Padang,” ujar Yahya. (drd)