Sumatera Barat

Meningkat, Kebutuhan Hewan Kurban Sumbar Capai 43 Ribu Ekor

439
×

Meningkat, Kebutuhan Hewan Kurban Sumbar Capai 43 Ribu Ekor

Sebarkan artikel ini
Sapi jenis Simental milik Suroso dengan berat 1 ton yang akan dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk disumbangkan sebagai hewan qurban pada Idul Adha 2025. (Antara)

PADANG – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Sumatra Barat mencatat permintaan kebutuhan hewan kurban pada hari raya Idul Adha 1446 Hijriyah tahun ini meningkat.

Kebutuhan diperkirakan mencapai angka 43 ribu ekor sapi dan kambing. Jumlah ini mengalami peningkatan sekitar 2 ribu ekor dibandingkan tahun 2024 lalu yang hanya berjumlah 40,175 ekor.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Sumatra Barat Sukarli memastikan, kenaikan jumlah hewan kurban ini, diikuti dengan pengetatan pengawasan arus distribusi dan lalu lintas ternak dari dalam dan luar Provinsi jelang hari raya idul Adha 1446 Hijriyah.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah kembali merebaknya virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang beberapa tahun sebelumnya sempat mewabah di Provinsi Sumatra Barat dan beberapa daerah lainnya di Indonesia.

“Kondisi kita tetap waspada. Kita selalu menyampaikan kepada seluruh Kabupaten Kota untuk selalu menjaga keamanan ternak dari potensi wabah PMK dan sebagainya,” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Sumatra Barat Sukarli, Senin (2/6/2025).

Selain meningkatkan pengawasan arus distribusi dan lalu lintas ternak dari luar Provinsi, Disnakeswan Sumbar juga terus memasifkan program vaksinasi PMK sejak bulan Januari 2025. Hingga kini 27 ribu dosis vaksin PMK telah disalurkan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota.

“Target dari pusat pada tahun ini kita harus menyalurkan 56 ribu dosis vaksin ke seluruh Kabupaten Kota. Ini terus kita upayakan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Masifkan Kegiatan Olahraga, Cegah Peyalahgunaan Narkoba

Lebih lanjut, Sukarli mengungkapkan, secara statistik jumlah hewan kurban yang di sembelih masyarakat Sumatra Barat memang selalu menunjukkan tren peningkatan signifikan. Tren menggembirakan ini bahkan telah berlangsung sejak empat tahun terakhir.

“Sejak empat tahun terakhir, kenaikannya, berkisar antara 1.500 hingga 2 ribu ekor pertahun. Tren kenaikan ini telah berlangsung sejak tahun 2021 hingga tahun 2025 ini,” ucapnya.

Sukarli menilai, tren peningkatan kebutuhan hewan kurban ini mengindikasikan kondisi perkonomian masyarakat Sumbar kian membaik. Begitupun dengan antusiasme masyarakat Sumbar untuk berkurban cukup tinggi

Kurban Prabowo
Pada hari raya Idul Adha 1446 Hijriyah tahun ini, Presiden RI Prabowo Subianto menyalurkan 22 ekor sapi kurban untuk masyarakat Sumbar. Seekor sapi akan disembelih oleh Pemprov Sumbar dan 21 ekor sapi lainnya akan didistribusikan kepada seluruh Kabupaten Kota.

Penyelesaian dokumen Administrasi dan Serah Terima Sapi Qurban Banmas Presiden RI untuk Provinsi Sumatera Barat, telah diselenggarakan di ruang rapat Disnakeswan Sumbar pada Selasa 27 Mei 2025 lalu.

Kegiatan itu dihadiri langsung Sekretariat Kepresidenen (Setpres) Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Bagda) Kemendagri, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementrian Pertanian, Disnakeswan Sumbar, perwakilan fungsi dinas Peternakan seluruh Kabupaten Kota se Sumbar, hingga para peternak pemilik sapi qurban presiden.

Sapi tersebut disebar pada masing-masing Kabupaten Kota se Sumbar termasuk Pemprov Sumbar, menerima satu ekor sapi qurban Presiden.

” Kecuali di Kabupaten Pesisir Selatan dan Mentawai yang masing-masing mendapatkan dua ekor sapi karena disana tidak diperoleh sapi dengan berat minimal 800 kilogram. Total sapi qurban presiden RI di Sumbar pada tahun ini menjadi 22 ekor,” ungkap Sukarli.

Baca Juga:  Ongkos Haji Embarkasi Padang Capai Rp51,78 Juta

Setelah proses penandatanganan dokumen Administrasi dan Serah Terima Sapi Qurban Banmas Presiden RI untuk Provinsi Sumatera Barat dilakukan, biaya pembelian sapi qurban Presiden akan ditransfer langsung ke rekening peternak oleh tim Setpres.

“Untuk sapi untuk Provinsi akan disemblih di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi. Berat sapinya
1,069 kilogram dan berasal dari Kabupaten Tanah Datar,” tambahnya

Ia memastikan, seluruh sapi Qurban milik Presiden Prabowo berada dalam kondisi sehat dan telah mengantongi sertifikat keterangan sehat dari Kabupaten/Kota asal masing-masing

Semua sapi Qurban ini adalah hasil budidaya peternak lokal Sumbar. Kita memang memilih dan menyeleksi peternak yang kemudian diajukan ke Setpres untuk kemhdian dilakukan penilaian termasuk kewajaran harganya,” ucapnya.

Satu minggu jelang hari raya Idul Adha, Sukarli berharap para peternak pemilik sapi Qurban yang telah dibeli oleh presiden untuk benar-benar menjaga kondisi kesehatan hewan masing-masing. Termasuk memberikan pakan, perawatan dan penjagaan terbaik.

“Sehingga pada hari H nanti sapi-sapi Qurban Presiden dapat dipotong dalam keadaan sehat. Perlu diingat bahw sapi Qurban Presiden tidak boleh di pilox. Tulisan sapi Qurban Presidennya hanya boleh di tulis di spanduk atau Backdrop.
Tidak boleh di selempang, dikalungkan. Apalagi dicoret pakai cat Pilox,” pungkasnya. (Bdr)