Peristiwa

BIM Tutup Lagi Akibat Erupsi Marapi, 16 Penerbangan Dibatalkan

872
×

BIM Tutup Lagi Akibat Erupsi Marapi, 16 Penerbangan Dibatalkan

Sebarkan artikel ini
Aktivitas penerbangan di BIM. Foto: Dokumentasi PT AP II Cabang BIM

PADANG – Untuk ketiga kalinya, Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) menutup operasionalnya akibat abu vulkanik erupsi Gunung Marapi di Kabupaten Agam, Jumat, (19/1/2024).

Kepala Otoritas Bandara (Otban) Wilayah VI Capt. Megi H. Helmiadi mengatakan sebaran abu vulkanik Gunung Marapi sudah mencapai BIM. “Demi keselamatan penerbangan, maka BIM kami tutup operasinya pukul 14.15 WIB hingga pemberitahuan lebih lanjut,” kata Megi.

Penutupan itu berdasarkan Notam NO B0115/24 karena abu vulkanik dari letusan Gunung Marapi sudah terdeteksi di BIM. Sebagaimana diketahui, saat ini gunung yang terletak di Kabupaten Agam dan Tanah Datar itu sejak 9 Januari lalu naik statusnya dari level Waspada ke Siaga Level III.

BACA JUGA  Jumadi dan Ricki Novaldi Pegawai BPN Sumbar Divonis Bebas Murni Majelis Hakim Pengadilan Tipikor

Executive General Manager (EGM) PT Angkasa Pura (AP) II Cabang BIM Indrawansyah membenarkan penutupan kembali operasional bandara akibat abu vulkanik Gunung Marapi. “Benar kita tutup,” jabarnya.

Akibat penutupan BIM akibat abu erupsi gunung Marapi, sebanyak 16 penerbangan terganggu arus keberangkatan dan kedatangan. Rinciannya tujuh pesawat batal terbang, dan sembilan pesawat batal mendarat.

Berdasarkan rilis resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang disampaikan Indra Saputra di laman Magma ESDM, terjadi letusan atau erupsi Gunung Marapi pada Jumat 19 Januari 2024, pukul 10:14 WIB.

“Tinggi kolom letusan teramati ± 500 meterdi atas puncak (± 3391 meter di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung,” katanya.

BACA JUGA  Wako Padang Sambut Niat Baik Hotel Grand Zuri jadi Lokasi Isolasi Mandiri Tenaga Medis Covid-19

Status Gunung Marapi saat ini adalah level III atau Siaga karena aktivitas vulkaniknya meningkat dan berpotensi menimbulkan bahaya.

Peningkatan status Gunung Marapi ini telah diumumkan oleh PVMBG pada 9 Januari 2024. Oleh karena itu, PVMBG merekomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 4,5 kilometer dari pusat erupsi (Kawah Verbeek) Gunung Marapi.

Comment