Politik

Caleg Kampanye Banjiri Medsos, Akan jadi Sampah Informasi

217
×

Caleg Kampanye Banjiri Medsos, Akan jadi Sampah Informasi

Sebarkan artikel ini
Alat Peraga Kampanye Bertebaran di salah satu sudut Kota Padang. Foto: Juliandra

PADANG – Pemilu 2024 ini, para calon legislatif (caleg) yang bertarung pada pemilihan legislatif (pileg) 2024, lebih banyak memanfaatkan media sosial (medsos) seperti Facebook, Instagram, Tiktok, WhatsApp, YouTube dan lain sebagainya dalam paya sosialiasi dirinya kepada masyarakat.

Tahun 2024 ini, tidak banyak caleg yang melakukan sosialisasi langsung ke tengah-tengah masyarakat. Malahan, para caleg berbondong-bondong memasang alat peraga kampanye seperti baleho, spanduk di berbagai tempat yang dianggap strategis untuk di lihat orang. Tujuan menarik simpatik masyarakat yang berlalu lalang.

Dengan hanya memasang baleho yang memajang foto, nama caleg, partai dan nomor urut serta tanda coblos, imbasnya, banyak profil caleg tidak dikenal luas oleh masyarakat.

BACA JUGA  Wagub Sumbar Terima Audiensi Anggota DPRD Kota Solok

Jika, pemilih muda, tentu bisa mengenal profil caleg melalui medsos, jika pemilih yang tidak melek teknologi informatika, tentu profil caleg 2024 tidak dikenal luas.

Pakar Komunikasi dari Universitas Andalas (Unand) Dr. Emeraldy Chatra, PGDip, M.I.Kom menjelaskan, keberadaan baleho dan medsos untuk meningkatkan elektabilitas caleg hanyalah sebagai bentuk pemberian informasi semata. Hasilnya, akan terjadi banjir informasi yang diikuti oleh sampah informasi.

“Jika informasi tetang caleg terlalu banyak di medsos, maka tidak akan menjadi bahan perhatian lagi oleh publik,,” ujarnya.

Hal ini disebabkan pada masa kampanye perhatian masyarakat akan terbagi-bagi oleh banyak informasi di medsos, sehingga promosi caleg di medsos tidak akan menjadi efektif. Imbasnya, pesan tentang caleg tersebut di medsos akan menjadi sampah, karena tidak menjadi bahan perhatian lagi oleh masyarakat.

BACA JUGA  Bundo Kanduang dan Majelis Taklim Agen Perubahan Sosial Masyarakat

Emeraldy Chatra memprediksi, caleg yang hanya bermodal iklan diri di medsos dan baleho, berpeluang gagal total di pileg.

“Caleg harus bisa membuat komunikasi langsung dengan konstituen. Hal ini lebih efektif dari pada hanya bermodalkan medsos dan baleho semata. Karena hasil riset yang saya lakukan, banyak Anggota DPRD yang tidak memakai baleho dan medsos, malah menjadi Anggota DPRD selama dua periode,” jabarnya.

Comment