Ekonomi

Kementan Siap Gelontorkan Anggaran untuk Sentra Bawang Merah di Kabupaten Solok

890
×

Kementan Siap Gelontorkan Anggaran untuk Sentra Bawang Merah di Kabupaten Solok

Sebarkan artikel ini
Mentan RI Syahrul Yasin Limpo saat meninjau kawasan sentra pengembangan bawang merah nasional di Kabupaten Solok, Rabu (14/06/2023).Ist

SOLOK – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo minta Gubernur Sumbar Siapkan konsep pengembangan sentra bawang merah. Syahrul menenggat Mahyeldi paling lambat satu minggu.

Permintaan itu juga disampaikan Syahrul pada Bupati Solok Epyardi Asda untuk segera menyiapkan konsep pengembangan sentra bawang merah di Nagari Sungai Nanam, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat (Prov. Sumbar).

Syahrul bejanji siap membantu dalam bentuk anggaran. Bantuan itu tidak hanya dalam bentuk alsintan, tapi dalam bentuk anggaran tertentu.

“Kementerian Pertanian siap memberikan dukungan, tapi harus disiapkan dulu konsepsi integrated farming yang jelas. Kalau bisa dalam satu minggu ini selesai,” ucapnya saat meninjau kawasan sentra pengembangan bawang merah nasional di Kabupaten Solok, Rabu (14/06/2023).

Peninjauan di sela Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVI Tahun 2023 di Kota Padang itu, sekaligus untuk menghadiri panen raya bawang merah di kawasan tersebut.

Baca Juga:  Wako Padang Fadly Amran Terima 1.000 Paket Sembako dari Perbanas untuk Korban Bencana

“Kalau bantuan alsintan satu atau dua itu terlalu kecil, nanti kita coba berikan dukungan yang lebih besar agar kawasan pertanian terintegrasi bisa tertata, namun konsepsinya harus jelas,” katanya.

Dikatakannya, potensi bawang merah di Sumbar cukup besar untuk mendukung ketersediaan nasional, terutama pada periode el nino yang diperkirakan akan melanda sekitar 80 persen wilayah di Indonesia.

“Saya gembira dan menyambut baik tanam dan panen raya bawang merah di Kabupaten Solok ini sebagai perwujudan keberhasilan petani. Saya kagum dengan langkah agresif Pak Gubernur dan Bupati yang mendorong petani optimalisasi lahan. Dan saya kagum langkah di Solok yang begitu cepat. Dalam dua tahun bisa mengimbangi petani di Jawa,” katanya.

Ditegaskannya panen ini memberikan harapan besar bagi ketersediaan dan kecukupan bawang merah Indonesia yang pada saat-saat hari besar rentan terjadi kelangkaan.

Baca Juga:  Wisatawan Riau Paling Banyak Berkunjung ke Sumbar

Selain itu juga sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk membangun dan memperkuat sentra baru di luar Pulau Jawa yang diharapkan dapat segera berproduksi memenuhi kebutuhan nasional.

Sementara itu Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah langsung menanggapi arahan Menteri Pertanian tersebut.

Dengan sigap, ia minta jajarannya untuk menindaklanjuti hal tersebut dengan segera.

“Kita sangat setuju untuk gerak cepat seperti yang diinginkan oleh Mentan RI. OPD terkait harus mendukung dan merealisasikan hal ini, demikian juga dengan Pemkab Solok,” katanya.

Selain pengembangan sentra bawang merah, Mentri Pertanian juga menyarankan untuk mengembangkan produk holtikultura lain seperti kentang dan sayuran.

Kemudian juga pembenahan pasar Alahan Panjang, agar lebih representatif untuk perdagangan regional bahkan nasional.

“Secara bertahap, beberapa usulan Menteri tersebut akan kita tindaklanjuti. Namun untuk langkah awal, kita upayakan konsep pengembangan sentra bawang merah dulu,” tegasnya.(Bdr)